Harga Lada Kian Anjlok, Gubernur Diminta Tepati Janji

Kebun lada milik warga di Desa Belilik Kecamatan Namang, Bangka Tengah.(dag/wb)
Kebun lada milik warga di Desa Belilik Kecamatan Namang, Bangka Tengah.(dag/wb)

"Gubernur Erzaldi jangan ngerapik (ingkar janji--red) lah, cari solusi buat harga lada kembali berjaya,"

 

NAMANG, www.wowbabel.com -- Harga lada putih Bangka Belitung (Babel) di tingkat petani hingga kini tak kunjung membaik, akibatnya sebagian besar petani lada merugi. Lantaran hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Sukandi (45), petani lada di Desa Belilik, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, mengatakan, saat ini lada putih hasil dari berkebun selama bertahun-tahun dihargai Rp 48.000,- hingga Rp 52.000,- perkilogram.

"Bingung, kenapa harga lada kita tidak naik-naik, padahal kami sangat berharap panen tahun ini ada kenaikan harga. Kalau seperti ini terus tiap tahun kita menanggung rugi," katanya kepada wowbabel.com, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, harga mulai anjlok sejak tiga tahun terakhir, dimana sebelumnya Sukandi mengaku, sempat menikmati harga lada diatas Rp100.000, namun sejak Erzaldi menjadi Gubernur Babel, harga lada turut berganti bahkan terus terjun bebas hingga saat ini.

"Gubernur Erzaldi jangan ngerapik (ingkar janji--red) lah, cari solusi buat harga lada kembali berjaya," ucap Sukandi.

Wajar petani lada menagih janji gubernur, lantaran saat mencalonkan diri sebagai gubernur pada 2016 silam, Erzaldi yang berpasangan dengan Abdul Fattah, getol mengkampanyekan untuk mengembalikan kejayaan lada di negeri dengan sebutan Serumpun Sebalai ini.

Bahkan, mantan Bupati Bangka Tengah itu berkeinginan Babel menjadi provinsi lada. Diawal masa jabatannya, Erzaldi-Fattah sempat membuat asa dengan program resi gudangnya, namun program tersebut tidak berpengaruh sama sekali, bahkan banyak petani lada tidak paham dengan sistem itu.

"Kami sudah punya resi sendiri resi kamar namanya. Lada yang kami hasilkan cukup kami simpan di kamar, karena sewaktu-waktu kita butuh bisa dijual, gitu saja gak perlu ribet karena kami tidak mau ribet. Kami hanya berharap harga lada berpihak kepada petani kecil seperti kami ini,"  tukas Sukandi.(dag/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL