Menteri Basoeki Segera Bawa Usulan Jembatan Sumsel-Babel ke Jokowi

Foto bersama usai Rapat Kementerian PUPR di Jakarta. (Foto: Prof. Saparudin)
Foto bersama usai Rapat Kementerian PUPR di Jakarta. (Foto: Prof. Saparudin)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Rencana menghubungkan Pulau Bangka dengan Sumatera Selatan melalui jembatan Sumsel-Babel segera masuk ke meja Presiden Joko Widodo. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) Basoeki Hadi  Moelyo yang akan mempertemukan Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Gubernur Sumsel Herman Deru membawa usulan jembatan terpanjang di Indonesia ini ke Jokowi.

Sebelum usulan jembatan ini sampai ke Presiden, Menteri Basoeki lebih dahulu melalui kementeriannya menyusun Feasibility Study ( FS) dan Detail Engineering Design (DED)  Jembatan Sumsel-Babel ini. Bahkan Kementrian PUPR akan memasukkan usulan jembatan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2020.

Kepastian  terhadap rencana pembangunan jembatan dengan nilai mencapai Rp60 miliar lebih itu setelah Erzaldi, Herman Deru, Justiar Noer, Bupati OKI dan Kepala Bappeda dari kabupaten dan provinsi melakukan rapat dengan tim Kementrian PUPR yang langsung dihadiri Basoeki di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

"Kememtrian PUPR akan membantu proyek ini (jembatan) menjadi salah satu PSN (proyek strategis nasional). Kementrian PUPR akan membuat FS dan DED. Selanjutnya Gubernur Babel dan Gubernur  Sumsel segera mengajukan ke Pak Presiden agar berkenaan dengan proyek ini," kata Erzaldi saat dihubungi, Kamis (18/7/2019) malam.

Hasil FS jembatan Sumsel-Babel dari Kementrian PUPR sangat menentukan kelanjutan rencana jembatan sepanjang 13,5 Kilometer  itu.

"Apabila hasil FS bagus, Insya Allah segera ditindaklanjuti sampai ke Presiden. PUPR sangat mendukung rencana ini dengan menganggarkan anggaran untuk FS," ujar Erzaldi.

Sepekan sebelum menemui Menteri PUPR, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman  dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru bertemu di sela-sela rapat koordinasi gubernur se-Sumatra di Bengkulu untuk mematangkan usulan pembangunan Jembatan Selat Bangka yang menghubungkan Provinsi Sumsel dan Babel.

"Kami sudah sepakat dan usulan sudah matang, segera diusulkan ke menteri,” kata Erzaldi seusai bertemu Herman Deru, Selasa pekan lalu.

Pertemuan singkat itu, menurut Erzaldi, hanya pematangan rencana usulan pembangunan jembatan sepanjang 13,50 kilometer yang sudah digagas sejak 2 tahun lalu.

Pertemuan terakhir kedua kepala daerah ini bertujuan untuk mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan kedua provinsi terjadi pada November 2018 saat penandatanganan nota kesepahaman perpanjangan kerjasama pembangunan jembatan tersebut.

Erzaldi mengatakan bahwa keberadaan jembatan ini akan memudahkan akses transportasi antar provinsi yang mempermudah pengiriman barang.

Selama ini pengiriman barang tidak bisa langsung ke tujuan karena transit. Selain akan mengakibatkan proses pengiriman yang lama juga dapat meningkatkan biaya yang lebih tinggi.

Adapun, kerjasama yang diharapkan Gubernur Babel ini di antaranya adalah tentang kebutuhan sayur-mayur yang tidak tercukupi dapat dengan cepat didatangkan dari Sumsel.

Konektivitas ini, lanjutnya, akan menciptakan kekuatan ekonomi baru bagi kedua provinsi ini terutama di sektor pertanian atau perkebunan serta perikanan dan termasuk sektor pariwisata.

Hasil pertemuan dengan Menteri PUPR yang merespon positif terhadap usulan jembatan dengan titik di Desa Sebagin Bangka Selatan dibenarkan Bupati Bangka Selatan Justiar Noer. Keberadaan jembatan penghubung ke Sumatera ini bagi Justiar agar Babel juga mendapatkan dampak ekonomi dari proyek jalan tol trans Sumatera. Apalagi, Basel saat ini sedangkan membangun Kawasan Industri Sadai yang membutuhkan infrastruktur seperi jembatan penghubung ke Sumatera agar percepatan pembangunan kawasan industri dan daerah di Bangka Selatan.

"Babel, khususnya Basel ini sedang mengembangkan kawasan industri, infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan sangat dibutuhkan sehingga percepatan pembangunan ekonomi di masyarakat akan lebih cepat," ujar Justiar.

Rencana jembatan Sumsel-Babel, kata Justiar sejalan dengan Visi Indonesia dalam pidato Presiden Jokowi, agar jalan tol, jembatan, dan pelabuhan terhubung dengan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, kawasan wisata, hingga sentra pertanian, perkebunan, dan perikanan. Dampaknya terjadi pemerataan dan pertumbuhan ekonomi di masyarakat. (ADV)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL