Ini Penjelasan Abdul Sani Soal Tambang Bauksit di Cupat

Kantor Cabang ESDM Wilayah Bangka Barat.(rul/wb)
Kantor Cabang ESDM Wilayah Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kepala Cabang Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bangka Belitung Wilayah Bangka Barat Abdullah Sani mengungkapkan PT KSI (Kentjana Sakti Indonesia) belum mengantongi izin pertambangan bauksit di Desa Cupat maupun  tempat lainnya di Bangka Barat.

"Kalau KSI mau urus IUP  bauksit. Itu melalui lelang terbuka sesuai UU 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara," ungkap Abdul Sani saat ditemui wowbabe.com, Senin (16/07/2019).

"Dalam pertemuan di Pemda Bangka Barat tanggal 11 Juli 2019 lalu, PT KSI yang berencana mendirikan pabrik Isolator listrik dari bahan baku utama bauksit, akan menampung dan membeli bauksit dari masyarakat yang ditambang secara manual. Tentunya masyarakat yang memiliki IPR  pada blok wilayah pertambangan rakyat (WPR)," terang Abdul Sani.

Lebih lanjut Abdul Sani mengatakan, pihaknya tidak mengetahui apakah lokasi yang disurvei PT KSI di Desa Cupat tersebut belum atau tidak termasuk dalam blok WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) sesuai dengan Kepmen ESDM No.3699 Th 2017 Tentang Penetapan Wilayah Pertambangan (WP) Pulau Sumatera.

"Bahan baku lainnya untuk bikin isolator kaolin dan clay (tanah liat), ada potensi dua jenis bahan tambang ini di Kecamatan Parittiga tapi lokasi pasti masih perlu disurvei lagi,” tutur Abdul Sani.

"Nah kalau PT KSI beli bauksit dari pemegang IPR, maka PT KSI wajib urus IUP OP pengolahan pemurnian bauksit dari Dinas PMDPTSP Bangka Belitung untuk melakukan kerjasama atau jual beli bauksit yang akan dijadikan isolator," terang Abdul Sani.

Abdul Sani menilai perizinan pertambangan bauksit itu sepertinya mengarah ke WPR, maka tergantung dengan warga setempat atau dukungan bupatinya.

"Karena proses untuk menetapkan WPR atas rekomendasi bupati dan dikonsultasikan ke DPRD provinsi melalui Pemprov Babel selanjut oleh gubernur blok Rencana WPR disampaikan kepada Pak Menteri ESDM untuk ditetapkan,” kata Abdul Sani.

Lanjut Abdul Sani, setelah blok WPR ditetapkan oleh Menteri ESDM, barulah Dinas ESDM Provinsi Babel dan Dinas PMDSTSP Babel bisa memproses pengajuan IPR yang diajukan oleh perorangan atau kelompok masyarakat.

“Akan tetapi kalau lokasi bauksit itu berada pada wilayah IUP PT Timah maka tidak bisa blok WPR. Dalam WIUP timah perizinan untuk WIUP bauksitnya hanya memungkinkan melalui lelang terbuka Blok WIUP komoditas bauksite,” jelas  Abdul Sani.

"Tim Cabdin Bangka Barat cek lokasi hari ini. Bisa saja kalau disurvei lebih detail sebagian besar masih kebun warga, karena luas lahan potensi bauksit yang disebut PT KSI sekitar 70 ha. Tim cabdin hari ini baru cek awal belum begitu detail," tukasnya.(rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL