Sensasi Menikmati Telok Atok Berpadu Sunset Nan Eksotik

Endi    •    Selasa, 02 Juli 2019 | 21:02 WIB
Travel
Dipa, saat menikmati Telok Atok. (dag/wowbabel)
Dipa, saat menikmati Telok Atok. (dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Telok atok sedang populer dikalangan muda-mudi di Kota Pangkalpinang saat ini. Keberadaanya paling dielu-ulekan saat orang sedang doyan dengannya.

Biasanya telok atok akan muncul usai di 'kocok' oleh ahlinya sebelum sampai kemulut para penikmat.

"Sudah lama suka, dulu dari jaman SMA sore-sore selalu kesini cari ini (telok atok,-red) rasanya enak, jadi ketagihan sampai sekarang," kata Dipa, ditemui di lokasi, Selasa (2/7/2019).

Saking senangnya mahasiwi semester 3 ini akan telok atok, ia selalu menyempatkan diri berkunjung kelokasi tersebut, bahkan tak jarang dirinya datang bersama teman-temannya.

"Ini pesan lagi tiga (porsi), karena ada teman mau datang kesini," ungkapnya.

Tak hanya Dipa, masih banyak lagi muda-mudi tertarik mencoba nikmatnya telok atok, maka tak heran saban hari dilokasi keberadaannya pun selalu ramai.

Apalagi sembari menikmati lezatnya telok atok, penikmat akan disungguhkan pemandangkan sunset yang menakjubkan.

Ternyata telok atok yang dimaksud adalah telor goreng yang dicampur berbagai sayuran, kebetulan saat itu dijual seorang kakek pedagang kaki lima di Kawasan Kolong Retensi Kacang Pedang Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Oleh masyarakat sekitar hingga sekarang, kuliner berbentuk bulet dan tipis itu, disebut lah telok atok, karena dibuat oleh seorang atok (kakek).

"Dulu itu yang jualan ini nih atok-atok, jadi kalau mau beli itu pasti sebutnya begitu (kuliner telok atok), karena memang rasanya enak," kata Dipa lagi.

Telok merupakan ucapan orang Bangka yang berarti telor, sedangkan Atok sebutan untuk orang tua lanjut usia atau kakek.

Sebagaimana diketahui bahwa telor memang sering gunakan sebagai bahan dasar berbagai jenis kuliner.

Kendati bukan lagi sang atok yang berjualan, sebutan telok atok tetap melegendaris di ingatan warga dan penyuka pangan jenis ini, sehingga tetap disebut demikian jika para pembeli hendak memesannya, meskipun dijual oleh orang muda bahkan wanita sekalipun.

"Sebenernya namanya telor goreng, karena yang jual atok-atok anak-anak sering nyebut telok atok. Atok yang jualan juga sering sebut telok atok," terang Luna, penjual kuliner telok atok.

Cara buatnya cukup mudah, bahan yang sudah disiapkan dicampur jadi satu, lalu dikocok hingga menyatu sebelum di goreng.

"Telor dicapur wortel dan kol di iris, ditambah masako sesuai porsi, lalu di kocok (aduk) hingga merata, kemudian di goreng sekitar 3-5 menit," kata Luna.

Nah bagi yang penasaran akan kenimkatan kuliner satu ini, akan mudah mendapatkannya dengan berkunjung langsung ke kawasan kuliner para kaki lima, disepanjang Kolong Kacang Pedang yang setiap hari buka, mulai pukul 13.00 sampai 24.00 wib.

Selain itu harganya terjangkau, cukup sepuluh ribu sudah dapat seporsi telor atok, dua tusuk sosis dan segelas minuman dingin. (dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE