Bukit Penyabung Menuju Geopark Lokal

Chairul Aprizal    •    Jumat, 28 Juni 2019 | 08:26 WIB
Lokal
Ardianeka bersama tim saat melakukan survey ke Bukit Penyabung Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat.(ist)
Ardianeka bersama tim saat melakukan survey ke Bukit Penyabung Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) unit I Rambat Menduyung Kabupaten Bangka Barat Kepulauan Bangka Belitung berencana akan menjadikan Bukit di Desa Pelangas sebagai Geopark Lokal.

Geologist muda asal Bangka Belitung Ardianeka mengungkapkan kekagumannya terhadap Bangka Barat yang kaya akan potensi.

"Saya baru berapa bulan dipindahkan ke sini tapi saya lihat Bangka Barat ini kaya, sebenarnya potensinya luar biasa" ujar Eka, Kamis (27/06/2019).

Sebagai langkah awal pada tahun 2020 mendatang, pembangunan Geopark akan dimulai dengan membangun " mini zoo " atau kebun binatang kecil. Pada Rabu ( 26/6/2019 ) lalu, Eka mulai melalukan Identifikasi Biodiversity Bukit Pelangas dalam rangka pembangunan Bukit Pelangas menuju Geopark Lokal Bangka Barat.

"Untuk tahun ini, jalan menuju ke Bukit Pelangas akan mulai ditanami dengan berbagai tanaman buah yang sudah mulai langka" ujarnya.

"Penanaman yang saya inginkan itu kita kembali menumbuhkan tanaman hutan yang ada buahnya dan bisa dimakan, yang kemungkinan besar tidak lagi dikenal orang, contohnya Kepayang, Kulan, ada Bernai, ada Tampui, ada Mali, itu yang akan kita tanam kembali. Bibitnya sudah disiapkan teman - teman di Pelangas," jelas Eka.

Namun, kata dia, agenda utama yang akan dilakukan adalah identifikasi flora dan fauna dan keanekaragaman hayati di Bukit Pelangas, karena syarat utama untuk menjadi Geopark harus terpenuhi. Ketiga syarat tersebut yaitu geodiversity, biodiversity dan culture diversity.

"Geodiversity, keunikan dan keanekaragaman batu secara geologi, Biodiversity, keanekaragaman dan keunikan hayati, flora dan fauna, dan Culture Diversity, itu kunikan dan keanekaragaman sosial budaya masyarakat setempat," paparnya.

Eka berharap, nantinya Kabupaten Bangka Barat dapat menjadi icon geo park lokal. Untuk itu dia minta dukungan media untuk mempublikasikan kegiatan - kegiatan yang dilakukan untuk mempercepat terwujudnya geopark di Bangka Barat.

"Kita melepaskan tiga ekor mentilen atau Tarsius beserta satu ekor kukang ke Bukit Penyabung Desa Pelangas untuk pengembangan Bukit Penyabung menuju Geopark Lokal Bangka Barat" ujarnya.

"Jika mini zoo telah selesai kita akan menambahkan beberapa hewan langka lainnya yang memang berasal dari bangka Barat seperti tupai terkecil di dunia yang hanya berukuran jari telunjuk orang dewasa, binturong, tupai tiga warna juga kancil" tambahnya.

Ardianeka inisiatif melakukan hal ini mengaku senang agendanya didukung oleh Kadishut Provinsi Bangka Belitung, Kapolres Bangka Barat, Basarnas, Dandim 0431/BB, tokoh dan tetua adat setempat yang ikut hadir.(rul/wb)

Halaman