Ponton dan Sakan TI Milik Penambang Dibakar Petugas

Firman    •    Rabu, 26 Juni 2019 | 21:07 WIB
Lokal
Peralatan tambang dibakar tim gabungan. (Firman/wowbabel)
Peralatan tambang dibakar tim gabungan. (Firman/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Aktivitas tambang inkonvensional (TI) ilegal di wilayah Pangkalpinang terus membandel dan membuat tim gabungan yang terdiri dari TNI, Sub Denpom II/Bangka, POM AL, Polres Pangkalpinang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang dan Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, mengambil tindakan tegas.

"Razia sekali ini kita mendatangi beberapa lokasi penambangan illegal seperti di Air Mawar, Ketapang dan Pangkal Arang," ungkap Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang, yang memimpin razia kali ini, Rabu (26/6/2019).

Dikatakan Jadiman, terhadap aktivitas tersebut, tim gabungan memusnahkan ponton-ponton dan sakan milik penambang dengan cara dirobohkan dan dibakar.

"Aksi pembakaran ponton TI dan sakan yang dilakukan oleh tim terpadu sempat mendapat protes keras dari salah satu pemilik tambang, mereka tidak terima peralatan tambang dibakar," ungkap Jadiman.

Salah satu penambang sempat protes mengapa  peralatan tambang mereka dibakar oleh tim gabungan.

"Ini tanah pribadi, kalau mau semua tambang-tambang di bakar semua tambang di Bangka Belitung ini harus dibakar juga, itu baru fair," ungkap salah satu pemilik tambang dihadapan tim terpadu.

Setelah mendengar protes dari salah satu pemilik tambang, Kabag Ops Polres Pangkalpinang langsung menanyakan izin-izin penambangan di wilayah Ketapang atau belakang Rusunawa itu.

"Kalau



1   2