Pimpin Pertemuan IMT-GT, Jokowi Usulkan Agar Fokus Industri Sawit dan Karet

Tim_Wow    •    Senin, 24 Juni 2019 | 11:19 WIB
Ekonomi
Foto bersama di pertemuan ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di sela-sela hari kedua KTT ke-34 ASEAN.  (ist)
Foto bersama di pertemuan ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di sela-sela hari kedua KTT ke-34 ASEAN. (ist)

THAILAND, www.wowbabel.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga hal yang menjadi pandangan nasional Indonesia dalam kerjasama tiga negara Indonesia, Malaysia dan Thailand. Pertama, pengembangan dan penyelesaian proyek-proyek konektivitas fisik, sejalan dengan salah satu fokus implementasi IMT-GT Vision 2036.

 

"Indonesia sendiri berkomitmen kuat untuk selesaikan berbagai proyek infrastruktur konektivitas di Sumatera seperti jalan tol Trans Sumatera, jalur kereta api, dan pelabuhan, serta jalur pelayaran antara Dumai-Malaka untuk peningkatan perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia," ungkap Jokowi saat memimpin pertemuan ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di sela-sela hari kedua KTT ke-34 ASEAN.

Pertemuan tersebut digelar di Grand Hall Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, pada Minggu, 23 Juni 2019. Selain Presiden Joko Widodo, hadir dalam pertemuan tersebut Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, PM Thailand Prayut Chan-o-cha, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Akano.

Pengembangan konektivitas fisik, menurut Presiden Jokowi, juga diperlukan dalam mendorong pengembangan bidang pariwisata di kawasan IMT-GT. Salah satu potensi besar yang ada adalah untuk marine tourism yang meliputi pariwisata cruise dan yacht serta pengembangan sumber daya manusia pelaku usaha sektor pariwisata.

Kedua, pentingnya pertumbuhan ekonomi di kawasan IMT-GT bersifat berkelanjutan dan inklusif. Dalam hal ini, Presiden menilai sektor pertanian memiliki peran penting dalam berkontribusi kepada pembangunan berkelanjutan dan inklusif di sub-kawasan ini.

"Komoditas seperti karet dan kelapa sawit memiliki multiplier efek besar terhadap perekonomian masyarakat IMT-GT. Untuk itu, kita perlu untuk terus tingkatkan kerjasama konkret dalam memajukan industri karet dan kelapa sawit," ujarnya.

Ketiga, Presiden Jokowi berpandangan perlu dimanfaatkan keunggulan dan potensi masyarakat di sub-kawasan di sektor industri halal. Kerja sama IMT-GT perlu mendorong penguatan kerjasama sektor-sektor usaha UKM halal yang berorientasi ekspor maupun halal start-up.

"Dalam kaitan ini, Indonesia bermaksud menyelenggarakan Halal Summit 2020 pada bulan Oktober 2020. Indonesia mengharapkan Halal Summit membuka peluang industri halal di kawasan kita," tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Dubes RI untuk Thailand Ahmad Rusdi.

Selain itu tampak hadir juga beberapa gubernur yang wilayahnya masuk dalam kawasan IMT-GT, yaitu Gubernur Aceh, Gubernur Riau, Gubernur Bangka Belitung, dan Gubernur Sumatra Selatan. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL