Gejala Heat Stroke Pada Jemaah Haji dan Cara Mengatasinya

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 18 Juni 2019 | 15:06 WIB
Opini
ilustrasi
ilustrasi

APAKAH anda jemaah haji tahun ini?. Selain mengetahui tata cara ibadah haji, ada baiknya anda juga mengetahui mengenai heat stroke/sengatan panas yang sering terjadi pada para Jemaah haji asal Indonesia. Heat stroke atau sengatan panas adalah peningkatan suhu tubuh diatas normal yaitu lebih dari 40oC yang diakibatkan paparan suhu udara lingkungan sekitar yang sangat panas. Iklim panas ini biasanya terjadi pada musim haji bulan Juli, Agustus, dan September.

Pada keberangkatan tahun 2018, yang direncanakan berangkat pada pertengahan Juli hingga Agustus, Arab Saudi sedang mengalami musim panas dengan suhu mencapai 50oC.

Perbedaan suhu yang signifikan dengan Indonesia yang rata-rata harian suhu pada musim panasnya 32oC dikhawatirkan akan memberikan dampak bagi kesehatan para jemaah haji yang tidak melakukan persiapan yang matang dalam menghadapi serangan panas.

Jenis-jenis gangguan sengatan panas Gejala gangguan sengatan panas terdiri atas tiga tahapan yang dimulai dari heat exhaustion, heat cramps, dan heat stroke.

Heat exhaustion atau disebut juga dengan lelah panas ketika tubuh mendapat paparan panas yang berlebih. Paparan panas pada tubuh diterima oleh bagian otak yang disebut hipotalamus (yang juga mengontrol rasa haus dan lapar) akan mencari cara agar suhu tubuh dapat turun dengan cara memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan keringat. Namun, paparan panas terus menerus dan pengeluaran keringat akan memicu dehidrasi



1   2      3      4