PH Hadirkan Saksi Meringankan Samsul Bahri

Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sungailiat terkait dugaan tindak pidana Pemilu dengan terdakwa Samsul Bahri.(dwi/wb)
Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sungailiat terkait dugaan tindak pidana Pemilu dengan terdakwa Samsul Bahri.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Sidang dugaan pidana Pemilu 2019 dengan terdakwa Samsul Bahri, peserta calon anggota DPRD Bangka Selatan dari Partai Gerindra di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Rabu (8/5/2019) kembali digelar dengan agenda keterangan pemeriksaan terdakwa dan saksi meringankan terdakwa yang dihadirkan penasehat hukum (PH).

PH terdakwa Samsul Bahri, Jhohan Adhi Ferdian dari Jhohan & Suwanto Lawfirm, kepada wartawan, mengatakan dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Benny SH didampingi Jonson Parancis SH dan Joni SH, berdasarkan keterangan saksi meringankan yakni salah seorang warga masyarakat Desa Serdang, kedatangan Samsul Bahri ke lokasi tersebut tidak hanya menghadiri kampanye calon Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Kobalen.

"Dari keterangan saksi meringankan tadi, kedatangan klien kami juga untuk mendengarkan aspirasi masyarakat setempat," kata Jhohan di Sungailiat, Rabu (8/5/2019).

"Klien kami masih aktif menjadi anggota DPRD Bangka Selatan, sehingga wajar saja beliau datang untuk mendengarkan aspirasi warga terkait batas desa, program pembangunan dan status lahan desa setempat," ujarnya.

Diakuinya kondisi kesehatan klien yakni Samsul Bahri dalam kondisi lemah, disebabkan penyakit komplikasi yang dideritanya seperti ginjal, penyakit hati dan beberapa penyakit lainnya.

Samsul Bahri juga selama ini tidak ada kendaraan lain selain mobil dinas yang didapatkan dari sekretariat DPRD Bangka Selatan, dalam melaksanakan aktifitas sebagai wakil rakyat.

Jhohan menambahkan diketahui panitia pengawas sebenarnya sudah melakukan pencegahan pelanggaran pemilu, dengan memerintahkan sopir terdakwa yang membawa mobil Honda CR-V BN 8 E untuk pergi dari lokasi tersebut.

"Ini salah satu hal yang bakal kami sampaikan dalam persidangan selanjutnya, seharusnya jika sudah dicegah oleh panitia pengawas, harusnya kasus ini tidak dilanjutkan lagi, tapi malah sebaliknya," jelas Jhohan.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan, Deni SH, kepada wartawan mengatakan berdasarkan keterangan terdakwa Samsul Bahri, mengakui dirinya berangkat dari rumah ke lokasi menggunakan mobil dinas plat merah Honda CR-V BN 8 E.

"Dari hasil pemeriksaan terdakwa dipersidangan, terdakwa mengakui menggunakan mobil dinas ke lokasi kampanye tersebut," kata Deni SH.

"Terdakwa juga mengakui tidak ada kendaraan lain, sebab mobil pribadinya sudah dijual untuk biaya pengobatan," paparnya.

Persidangan dugaan tindak pidana Pemilu 2019 dengan terdakwa Samsul Bahri akan dilanjutkan Kamis (9/5/2019) di PN Sungailiat dengan agenda pembacaan tuntutan dan pledoi.(dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE