Baliho Prabowo 'Presiden RI' Terpasang di Kota Pangkalpinang

Baliho Prabowo-Sandi (Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024) terpasang di Jalan KH Abdul Hamid Pangkalpinang, tepatnya di belakang Masjid Jamik Pangkalpinang.(fn/wb)
Baliho Prabowo-Sandi (Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024) terpasang di Jalan KH Abdul Hamid Pangkalpinang, tepatnya di belakang Masjid Jamik Pangkalpinang.(fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Sebuah baliho dengan ukuran cukup besar terpasang di beberapa sudut Kota Pangkalpinang. Baliho tersebut memuat gambar Prabowo dan Sandi.

Pada dibagian bawa tertulis H Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024 dan Sandiaga Salahudin Uno sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024.

Berdasarkan pantauan wowbabel, baliho dengan latar belakang warna hitam ini di pasang dibeberapa titik diantaranya, Simpang Gabek ke arah Pangkalbalam, Jalan KH Abdul Hamid tepatnya di belakang Masjid Jami Pangkalpinang.

Baliho tersebut sudah terpasang sejak beberapa hari lalu, namun belum diketahui siapa yang memasangnya. Diduga baliho tersebut dipasang pada malam hari.

Komisioner KPU Kota Pangkalpinang, Ruslan, ketika dikonfirmasi wowbabel membenarkan adanya baliho tersebut, namun untuk menertibkannya bukan ranah mereka.

“Itu bukan termasuk APK (alat peraga kampanye—red) lagi, tahapan sudah selesai. Ini bukan ranah KPU lagi, karena tahapan kampanye dan pemilihan sudah selesai. Kita sudah masuk tahapan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi. Kita bekerja berdasarkan UU No 7  Tahun 2017 tentang Pemilu,” jelas Ruslan.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Kota Pangkalpinang, Novrian Saputra, mengimbau agar  Tim 01 dan  Tim 02 tidak mendeklarasikan diri sebelum adanya keputusan penetapan yang dikeluarkan oleh KPU, yang kini sedang dalam proses penghitungan, supaya segala sesuatu yang belum pasti hendaknya tidak dipublikasikan.

 “Kita koordinasikan dulu, apakah pemasangan ini dilakukan kedua pasangan calon atau bukan. Untuk masalah ranah, saya rasa ini ranah bersama untuk menyikapi ini, tujuannya biar tidak timbul ada pihak yang merasa di rugikan. Tapi kita imbau kedua tim untuk saling menjaga,” tutur Novrian.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bangka Belitung Edi Irawan mengimbau kepada pihak terkait untuk bersabar dan menunggu hasil dari KPU. Apa lagi saat ini KPU, masih melakukan rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi.

"Jadi kita mengimbau agar tidak terlalu cepat mengklaim kemenangan untuk salah satu paslon capres dan cawapres sebelum ada penetapan hasil perolehan suara resmi dari KPU," jelas Edi, Rabu (8/5/2019) di Sahid Hotel Bangka.

Selain itu Edi juga menambahkan secara aturan baliho tersebut bukan termasuk alat peraga kampanye sehingga pihaknya tidak bisa mengambil tindakan.

"Untuk menyikapi terkait baliho itu, nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak stekholder terkait seperti KPU, Kepolisian dan Satpol PP dengan keberadaan baleho tersebut," imbuh Edi.

Edi meminta semua pihak bersama-sama menjaga stabilitas politik agar Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman.

"Kita harus saling menghormati terkait dengan hasil yang akan ditetapkan oleh KPU nantinya," pungkas Edi.(*/fn)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE