Berbalut Perban, Ketua KPPS Ini Tetap Ikuti Pleno

Endi    •    Selasa, 23 April 2019 | 16:57 WIB
Lokal
Zulkarnain, manjalani tugasnya sebagai Ketua KPPS meski dalam kondisi Sakit. (Wowbabel)
Zulkarnain, manjalani tugasnya sebagai Ketua KPPS meski dalam kondisi Sakit. (Wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Mengalami kecelakaan usai melakukan pengitungan suara di TPS, Kamis (17/4/2019) dini hari lalu, Zulkarnain, tetap mengikuti Rapat Pleno hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan atau PPK, meski dalam kondisi masih sakit.

Dengan perban masih melekat untuk menutupi puluhan jahitan medis di jidat, pipi kiri dan tangan kiri, pria 51 tahun tersebut, berbaur dengan petugas PPK lainnya di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Selasa (23/4/2019).

Sejak rapat diubka tepat pukul 08.00 WIB, bapak tiga anak ini tak sekalipun beranjak keluar ruangan, sebelum waktunya istirahat. Ia masih kelihatan semangat dan mengikuti dengan serius setiap tahapan pelno di PPK.

Kendati dalam keadaan sakit, tidak sekali pun rasa menyesal terucap dari mulutnya. Bahkan saat diwawancari sejumlah jurnalis, ia selalu melempar senyum, seolah bahagia telah ambil bagian dari bangsa Indonesia, dalam mencetak sejarah pesta demokrasi terbesar di dunia.

"Alhamdulillah hari ini sakit agak lumayan membaik, jadi bisa untuk ikut rapat pleno ini untuk membantu teman-teman yang sudah kelelahan," kata Zulkarnain.

Menurutnya, tiap manusia itu adalah pemimpin dan pemimpin itu akan diminta pertanggunjawaban di dunia dan akherat. Untuk itu ia yang menjabat sebagai ketua KPPS di TPS 11, Kelurahan Gabek 1, Kecamatan Gabek, merasa punya tanggungjawab besar untuk mengikuti seluruh tahapan pleno, hingga usai.

"Saya punya tanggungjawab untuk menyelesaikan hal seperti ini sampai akhir," ujarnya.

Sebelumnya, Zulkarnain sempat menjalani rawat inap selama empat hari di rumah sakit, pasca kecelakaan yang menimpa dirinya.

Kecelakaan itu terjadi, kisah Zulkarnain, saat dirinya hendak pulang kerumah pada Kamis (18/4/2019) dini hari, karena mengeluh sakit perut saat penghitungan suara masih berlangsung di TPS.

Namun, ia tidak ingat betul penyebab dirinya bisa terjatuh, seingatnya ketika terjaga dari pingsan, luka beserta lumuran darah sudah membasi sebegian tubuhnya.

"Aneh juga bagaimana bisa jatuh mungkin kelelahan. Setahu saya, saya sempat berhenti ketika tak sanggup lagi bawa motor dan beristirahat sejenak. Saya sadar setelah sejumlah anggota TPS membangunkan saya dan saya lihat sudah banyak darah," tukasnya. (*/Wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE