Aksi Memikat Sekolah Alam Bangka Belitung

Sekolah Alam Bangka Belitung usai kegiatan Hari Bumi Internasional 2019. (Ist)
Sekolah Alam Bangka Belitung usai kegiatan Hari Bumi Internasional 2019. (Ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Sekolah Alam adalah sekolah yang concern dengan keberlangsungan hidup makhluk hidup. Di peringatan Hari Bumi Internasional 2019 ini civitas akademika Sekolah Alam Bangka Belitung (SABB) "turun ke jalan" dari kampus 1 SABB hingga Wilhelmina Park (Taman Sari). Seluruh peserta didik dan para fasilitatornya menyuarakan dan mengajak seluruh masyarakat kota Pangkalpinang pada khususnya untuk lebih menjaga kehidupan bumi.

Tema "Pada Bumi Kami Berjanji untuk Melindungi dan Tak Melukai" yang digagas Sekolah Alam Bangka Belitung menegaskan bahwa merawat bumi adalah suatu keniscayaan. Nilai dasar SABB yang bersumber Al Quran dan As Sunnah senantiasa digelorakan dalam bentuk ejawantah kehidupan. 

Penggunaan air yang berkesesuaian kebutuhan, penanaman tanaman/pohon yang juga dirawat dan dijaga, pengurangan besar-besaran penggunaan plastik, pemilahan sampah, penggunaan barang bekas dengan ragam kreasi manfaat hingga penjualannya ke bank sampah atau pihak kedua adalah sebagian gerakan yang menjadi ciri khas Sekolah Alam.

Maka, pada Hari Bumi Internasional 2019 ini SABB menghimbau dan mengajak serta menyadarkan masyarakat agar tidak menjadi generasi egois, generasi yang memanfaatkan bumi hanya untuk dirinya. Tapi juga harus mewarisinya kepada generasi penerus masa depan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Jika bukan sekarang, kapan lagi.

Agenda kedua setelah aksi ke jalan, para fasilitator dan siswa aksi kembali di sekitaran Alun-Alun Taman Merdeka dan Wilhelmina Park dengan trashtagchallenge-nya. TK dan SD berjibaku berkompetisi membersihkan sampah yang bertebaran di area tersebut. Trashtagchallenge adalah tantangan mendunia yang bersifat positif untuk mengajak kawula muda dan para netizen agar membersihkan sampah dan menjaga lingkungan agar tetap asri dan segar.

Dua aksi ini mendapat perhatian dari para pengguna jalan dan pengguna taman. Bahkan civitas akademika SABB beberapa kali difoto dan divideo oleh mereka. Mungkin karena aksi jalannya disertai alat peraga aksi yang menarik dari barang bekas juga dibarengi tulisan-tulisan unik tentang menjaga lingkungan dan bumi.

Ketua Pelaksana Earth Day International 2019, Nurpadila berkata,"22 April 2019 adalah Hari Bumi Internasional, Sekolah Alam Bangka Belitung memperingatinya dengan para siswa serta fasilitator memakai atribut dari barang bekas. Adapun kegiatan yang dilaksanakan hari ini berjalan dari Kacang Pedang sampai Taman Sari sambil mengajak dan memberikan informasi kepada masyarakat sekitar untuk menjaga bumi, tidak membuang sampah sembarangan serta pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu siswa SD dan TK melakukan trashtag memungut sampah yg ada di sekitaran Taman Sari, selokan dan Alun-Alun Taman Merdeka. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar masyarakat sadar bahwa pentingnya menjaga bumi tempat tinggal kita, serta masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat."

Sekolah Alam yang memiliki kekhasan alam sebagai ruang dan objek belajar menjadikan momen Hari Bumi Internasional 2019 ini sebagai pesan dari SABB untuk masyarakat Bangka Belitung agar membangkitkan ghirah (semangat menjadi pejuang lestari). Karena sekali lagi, keyakinan Sekolah Alam mendasarkan pada Al Quran dan As Sunnah yang terpatri dan teraplikasikan.

"Bagi kami Sekolah Alam Bangka Belitung Hari Bumi bukan hanya sekedar formalitas belaka. Lebih dari itu ia memiliki arti yang sangat penting. Pertama, karena dengan adanya Hari Bumi kita diingatkan untuk menjaga bumi dengan semua ekosistemnya. Jika bumi rusak maka rusak pula kehidupan manusia.
Dan Allah telah mengingatkan kita dalam QS. Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan bumi karena ulah sebagian manusia yg tak bertanggungjawab namun dampaknya mau tidak mau dirasakan semua manusia dan makhluk di atas muka bumi.
Kedua, Hari Bumi momentum bagi kita untuk mendakwahkan pentingnya menjaga bumi. Kalau bukan kita yang menjaga bumi siapa lagi yang bisa diharapkan. Padahal Allah menciptakan bumi untuk kita.
Maka, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat dari kami segenap civitas akademik Sekolah Alam Bangka Belitung mari jaga bumi kita untuk keberlangsungan hidup generasi masa depan," ujar Prinsipal Sekolah Alam Bangka Belitung, Ustadz Firdaus, Lc., M.Pd. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL