Jelang Masa Tenang, Parpol dan Caleg Diingatkan Turunkan APK

Aston    •    Jumat, 12 April 2019 | 21:24 WIB
Pilkada
Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan, Erik .(dok)
Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan, Erik .(dok)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- H-2 menjelang masuknya masa tenang kampanye, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan  mengimbau peserta pemilihan umum untuk menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK).

Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan, Azhari, mengatakan Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan telah memberikan imbauan kepada peserta Pemilihan Umum untuk menurunkan Alat Pega Kampanye yang telah terpasang di seluruh wilayah Kabupaten Bangka Selatan sebelum memasuki masa tenang.

“Selain Alat Peraga Kampanya (APK), Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan juga mengimbau peserta Pemilihan Umum untuk menurunkan bahan kampanye (BK) seperti poster yang di pasang oleh peserta Pemilihan Umum Tahun 2019," ujar Azhari, Jum'at (12/4/2019).

Penurunan APK sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2019, dimana masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye pemilihan umum. Pasal 276 menyebutkan bahwa Kampanye Peserta Pemilihan Umum dimulai sejak ditetapkannya DCT dan berakhir sampai dimulainya masa tenang.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan, Sahirin juga mengingatkan kepada peserta pemilu wajib menurunkan Alat Peraga Kampanye sebelum masuknya masa tengan, yakni tanggal 14-16 April 2019 mendatang.

“Sebelum tanggal 14 April 2019 Peserta Pemilihan Umum diwajibkan untuk menurunkan Alat Peraga Kampanya yang sekiranya masih terpasang di seluruh wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Hal ini bertujuan agar pada saat masuknya masa tenang tidak ada lagi kegiatan kampanye yang dilakukan oleh Peserta Pemilihan Umum, dimana Alat Peraga Kampanye (APK) ini merupakan salah satu dari metode kampanye yang digunakan oleh Peserta Pemilihan Umum dalam menyampaikan visi dan misinya sebagai calon wakil rakyat," kata Sahirin.

Selain itu Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan, Erik selaku Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Penyelesaian Sengkata (HPPS) juga menekankan kepada Peserta Pemilu untuk tidak melakukan kampanye di masa tenang.

“Peserta Pemilihan Umum dalam hal ini juga dihimbau untuk tidak melakukan kampanye di masa tenang. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kondisi Pemilihan Umum Tahun 2019 tetap steril dan kondusif," tutur Erik.

Peserta Pemilihan Umum yang melakukan kampanye di masa tenang dapat dikenai sanksi sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

"Dimana pasal tersebut menyebutkan bahwa Peserta Pemilu yang melakukan kampanye diluar jadwal dapat dikenai sanksi kurungan paling lama 1 (satu) Tahun dan denda paling banyak Rp 12.000.000,00," tukasnya.(as/wb)

Halaman