Kembangkan Wisata, Disparbud Babar Berharap Dana Pusat

Chairul Aprizal    •    Rabu, 10 April 2019 | 17:02 WIB
Lokal
Kepala Dinas Pariwisata dan  Budaya Bangka Barat, Suwito.(rul/wb)
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Bangka Barat, Suwito.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat saat ini sedang mengupayakan pengembangan dan optimalisasi potensi wisata tempo dulu atau sejarah dengan potensi wisata alam.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Suwito, ada empat sasaran yang akan dicapai pada tahun ini.

"Kami ini ada empat sasarannya yaitu peningkatan PAD, kontribusi terkait dengan peningkatan PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Bangka Barat, peningkatan kunjungan wisata, kemudian peningkatan persentase pemeliharaan situs adat cagar budaya tradisi segala macam yang nanti suatu saat akan menjadi aset pariwisata," ungkap Suwito saat ditemui wartawan, Rabu (10/4/2019).

Suwito menjelaskan sejauh ini pihaknya telah memfasilitasi setiap kegiatan adat dan budaya di Bangka Barat, yakni sebanyak 34 event.

"Saat ini yang dikelola oleh dinas pariwisata itu adalah Pesanggrahan Menumbing dan Pantai  Batu Rakit,” imbuh Suwito.

Suwito menambahkan pada tahun ini pihaknya akan membantu Desa Bakit untuk mengembangkan Pulau Nanas sebagai salah satu objek wisata.

Menurut Suwito jika hanya bersaing melalui objek wisata pantai tentunya akan sulit bagi Bangka Barat, sehingga pihaknya lebih menonjolkan adat dan budaya.

Selama ini kata Suwito, PAD yang didapat dari sektor wisata berupa retribusi orang dan kendaraan yang nilai Rp 120 pada tahun 2017. Meningkat menjadi Rp 150 juta pada tahun 2018. Dan diharapkan pada tahun ini ada penambahan.

Ditambahkan Suwito, anggaran untuk pariwisata tahun ini sebesar Rp 6 miliar. Lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya dimana sektor pariwisata menjadi prioritas, dana yang dikucurkan mencapai Rp 16 miliar yang berasal dari Pemkab Bangka Barat Rp 10 miliar dan selebihnya dana provinsi dan pusat.

"Kita membangun pariwisata ini kalau bisa jangan dari  dana APBD tapi dana pusat dan dana provinsi. Bagaimana peran pemerintah pusat pengembangan ini," tukasnya.(rul/wb)

Halaman