KJPMI Klaim Usaha Pom Mini Legal

Chairul Aprizal    •    Jumat, 05 April 2019 | 20:55 WIB
Ekonomi
Mujihartono, Pengawas KJPMI Babel. (Chairul/wowbabel)
Mujihartono, Pengawas KJPMI Babel. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www wowbabel.com - Pengawas Koperasi Jasa Pom Mini Indonesia (KJPMI) Bangka Belitung, Mujihartono menyebutkan, bahwa Pom Mini yang masuk ke dalam wadah koperasi sudah legal atau resmi.

Muji mengatakan kalau POM mini dalam wadah KJPMI sudah jelas surat izinnya jadi tidak ada masalah kecuali pom mini yang tidak jadi jadi anggota koperasi.

Muji mengkaim pom mini yang masuk dalam KJPMI tidak akan kena pelanggaran ketika ada penertiban kecuali yang diluar KJPMI.

"ya kalau kita bilang legal tidak legal, ini Dinas Koperasi Bangka Barat juga kepala dinasnya ngomong mereka hanya tutup tangan terbuka itu sebenarnya ilegal, eceran juga tapi ini kan kebutuhan masyarakat," ungkap muji saat ditemui wartawan di rumahnya.

Pengawas KJPMI Babel ini mengungkapkan bahwa saat ini POM mini di Babar yang terdaftar berjumlah sekitar 24 unit, namun ada yang enggan masuk KJPMI.

"Kalau POM mini yang masuk anggota KJPMI harus buat daftar konsumen sebanyak 25 orang termasuk umum," lanjut Muji.

Sementara, batasan ketentuan menjual BBM mencapai 400 liter perhari tergantung situasi dan kondisi tempat menjual BBM, dimana BBM tersebut dibeli di SPBU.

"Dengan cara mengantri untuk mengecerkan di pom mini selisihnya sekitar 1000an," ujarnya.

Untuk menjadi anggota koperasi KJPMI, pemilik pom mini harus membayar Rp1juta dan iuran perbulan Rp50 ribu.

"Kalau dia tidak masuk anggota, ilegal secara perdagangannya," sebutnya.

Muji mengakui jika koperasi, rencananya akan menjadi penyalur di Bangka Barat dengan memiliki tangki pengisian sendiri.

"Mungkin lima enam tahun kedepan lah punya banker seperti Pertamina lah, tapi tidak mungkin jugalah paling kerjasama dengan Pertamina, Pertamina menyuplai," terangnya.

Sementara itu untuk dapat menjual BBM dengan pom mini selain mendaftar KJPMI harus membeli box tangkinya sekitar Rp17 juta.

"Ini kemarin 17 juta, box nya saja belum izinnya, dan plang ininya. Dia orang ngurus nya langsung ke pusat kami tinggal bayar sajalah," ujar Aida salah satu penjual BBM pom mini anggota KJPMI saat ditanya wartawan. (Chairul/wowbabel)

Halaman