KEK Tanjung Gunung dan Sungailiat Tergantung PT Timah Tbk

Tim_Wow    •    Jumat, 15 Maret 2019 | 16:54 WIB
Nasional
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat mengunjungi kawasan KEK Pantai Timur Sungailiat.(ist)
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat mengunjungi kawasan KEK Pantai Timur Sungailiat.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Bangka akan menyusul KEK Tanjung Kelayang di Belitung setelah diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (14/3/2019). Kedua KEK  sedang dalam proses pengajuan adalah KEK Tanjung Gunung dan Pantai Timur Sungailiat. Kepastian untuk mendapat satutus KEK Pariwista dari presiden sangat tergantung kepada PT Timah Tbk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution siap mengeluarkan izin penetapan kawasan wisata Tanjung Gunung dan Sungailiat sebagai KEK Pariwisata baru di Babel. Kedua kawasan ini akan menjadi potensi pariwisata yang besar dan menarik dengan kekhasannya masing-masing.

"Sebenarnya dua-duanya sudah siap diproses menjadi KEK. Nantinya kedua KEK ini punya ciri khas yang saling melengkapi, jangan jadi sama betul agar orang mau datang ke keduanya," kata Darmin saat mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir dan KEK Tanjung Kelayang, Jumat (14/3/2019).

Darmin bersama Menteri Pariwisata usai peresmian bandara langusng menuju Tanjung Gunung dan Pantai Timur Sungailiat. Menko sebagai Ketua Dewan KEK Nasional akan mengeluarkan izin penetapan KEK setelah urusan pengelola Tanjung Gunung dan Sungailiat dengan PT Timah Persero Tbk telah tuntas. Jika sebulan ke depan kesepakatan tersebut selesai, Darmin siap memproses penetapan KEK Tanjung Gunung dalam tiga bulan berikutnya.

Saat kunjungan ke Tanung Gunung, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan jika Menko  secara khusus meminta agar kesepakatan antara pengelola kawasan Tanjung Gunung dan PT Timah dituangkan ke dalam perjanjian.

"Jadi ada hitam di atas putih yang isinya pernyataan kalau tidak akan ada lagi aktivitas pertambangan di kawasan Tanjung Gunun setelah nanti ditetapkan menjadi KEK. Pak Darmin ingin ini seperti PKS (perjanjian kerja sama) bentuknya," kata Arief dikutip dari seskab.go.id.

Dengan begitu, kedua kawasan benar-benar dialihkan sepenuhnya peruntukannya, dari semula kawasan pertambangan menjadi kawasan pariwisata.

Saat peresmian KEK Tanjung Kelayang, Menko Darmin  dalam laporannya mengatakan, sampai saat ini sudah 12 KEK yang ditetapkan, delapan diantaranya bertema manufaktur, dan empat diantaranya bertema kepariwisataan.  Adapun yang sudah resmi beroperasi ada enam KEK, yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Batang, dan KEK Arun Lhokseumawe.

”KEK Tanjung Kelayang, bersama dengan KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan Insyaallah sudah dapat diresmikan pengoperasiannya,“ kata Darmin.

KEK Tanjung Kelayang dibangun di areal seluas 324 hektar dengan target investasi sebesar Rp 10,3 Triliun, KEK Tanjung Kelayang diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 23.645 orang.

KEK ini dikembangkan sebagai instrumen transformasi ekonomi masyarakat Bangka Belitung, dari sebelumnya pertambangan timah, menjadi kepariwisataan. Provinsi yang dulunya bergabung dengan Sumatera Selatan inipun bersiap diri menjadi destinasi wisata kelas dunia.

”Lokasi KEK Tanjung Kelayang sangat strategis karena terletak di Pulau Belitung, yang secara geografis berada di antara  Jakarta dan Singapura, yang diincar sebagai target captive market,” ujar Darmin.

Hingga saat ini, menurut Menko Perekonomian, KEK Tanjung Kelayang sudah berhasil menarik investasi dengan menghadirkan jaringan hotel internasional seperti Starwood Asia Pacific dan Accor Asia Pacific. (*)

Halaman