Rekam Jejak Daftar Pemilih Pindah di Basel Tidak Terdata

KPU Basel melakukan penyortiran Sampul Surat Suara. (as/wowbabel)
KPU Basel melakukan penyortiran Sampul Surat Suara. (as/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), masih melakukan pendataan terhadap pemilih pindah di Kabupaten setempat untuk dimasukan ke daftar pemilih tambahan (DPTb) sebelum diplenokan pada 17 Maret 2019 mendatang. 

Ketua KPU Bangka Selatan, Amri mengatakan, sementara ini pihaknya mencatat ada sebanyak 191 pemilih pindahan yang masuk ke Bangka Selatan, dan sebanyak 315 pemilih pindahan yang keluar dari Kabupaten Bangka Selatan. 

"Sementara kami mencatat ada sebanyak 191 pemilih pindah masuk ke Basel dan 315 pemilih keluar dari Basel ," ujar Amri, Rabu (13/3/2019).

Hanya saja rekam jejak pemilih pindahan, baik masuk dan keluar tersebut tidak terdata oleh KPU. Hal itu ketika disinggung darimana saja pemilih pindahan yang masuk ke Bangka Selatan dan kemana saja pempilih pindahan yang keluar Bangka Selatan, dan KPU mengaku tidak memiliki data rincian tersebut. 

"Kalau data detail asal usul masuk darimana saja dan keluar kemana saja tidak ada," kata Amri. 

Namun, Amri menuturkan, pemilih pindah yang masuk ke Basel ada antar kecamatan, kabupaten, dan antar Provinsi, demikian dengan pemilih pindah keluar Bangka Selatan. 

"Kalau pemilih yang pindah keluar Basel dominannya mahasiswa, tapi kemana saja pindah tidak terdata," ucap Amri yang didampingi bagian pengolahan data. 

Ia menjelaskan, dimaksud daftar pemilih pindahan adalah pemilih yang sudah terdaftar menjadi pemilih tetap di daerah asal sesuai kartu identitas penduduk, namun saat pemilihan nanti tidak bisa memberikan hak pilih di daerah asal terdaftar dikarenakan faktor seperti pekerjaan, menjalankan rawat inap, menjalani pidana penjara, pindah domisili dan sebagainya. 

"Pemilih pindahan ini tetap bisa memberikan hak suaranya meski memilih diluar daerah pilih terdaftar, tapi wajib melaporkan dengan syarat sesuai ketentuan yang berlaku  untuk mendapatkan formulir A5 atau dimasukan dalam daftar DPTb (daftar pemilih tambahan),"  terangnya. 

Syarat mengajukan formulir A5 disampaikan Amri, pemilih wajib menunjukkan identitas KTP untuk diverifikasi apakah sudah terdaftar sebagai pemilih tetap didaerah asal, jika tidak terdaftar maka pemilih tidak bisa mengajukan formulir A5. 

"Ketentuan yang berlaku batas waktu pengajuan formulir A5 ditentukan H-30 sebelum pemilihan atau jatuh pada 17 Maret mendatang untuk diplenokan. Namun jika ada pemilih yang mengajukan formulir A5 dihari pemilihan tetap difasilitasi memilih dengan syarat melaporkan ke petugas pemungutan suara (PPS) atau masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK) dengan syarat KTP," ujarnya. 

Sementara daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Bangka Selatan sebelumnya ditetapkan sebanyak 127.652 pemilih dan jumlah tersebut akan kembali berubah menunggu hasil  pleno daftar pemilih pindah. (as/wowbabel.com)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE