Sebanyak 311 Pecandu di Babel Jalani Rehabilitasi

Endi    •    Rabu, 27 Februari 2019 | 11:07 WIB
Lokal
Dialog Publik Polda Babel. (Wowbabel)
Dialog Publik Polda Babel. (Wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi Bangka Belitung (BNNP Babel), memastikan jumlah pengguna ataupun pecandu narkoba yang sudah direhabilitasi cenderung menurun sejak beberapa tahun belakangan.

"Pada tahun 2018 sebanyak 311 pecandu narkotika yang kita rehab, jumlah ini ada kecenderungan menurun dimana tahun 2017 yang direhab sebanyak 579 orang, tahun 2016 sebanyak 401 orang, tahun 2015 sebanyak 436 orang, tahun 2014 sebanyak 413 orang," jelas Kabid rehabilitas BNNP Babel, Johan Jabri, saat mengisi kegiatan dialog publik, di Mapolda Babel, Rabu (27/2/2019).

Rehabilitas narkoba, terang Johan, adalah mengembalikan konsidi orang yang menggunakan narkoba, meskipun sering kambuh. 

Menurutnya, keberhasilan rehab tergantung jenis narkotika yang digunakan dan jangka waktu pemakaiannya.

"Kalau masih coba-coba biasanya berhasil tapi kalau yang sudah lama itu cukup sulit. Untuk itu kami mengimbau perlu ada pengawasan jangka panjang oleh instansi terkait, karena kalau sudah terkena sangat sulit dikembalikan seperti semula," imbuhnya.

Meskipun angka rehabilitas menurun, peredaran gelap obat terlarang tersebut di Babel cukup mengkhawatirkan, bahkan penggunanya menyasar pelajar.

"30 pesen yang kita lalukan rehab adalah dari kalangan pelajar atau mahasiswa," ujarnya.

Sementara itu, salah satu mantan pengguna narkoba, Risman Yulianto, mengaku sempat menggunakan narkoba merupakan massa kelam dan terpuruk dalam kehidupannya.

"Awal saya menggunakan narkoba dari kelas 1 SMP sampai saya kuliah pada tahun 2018 awal. Selama saya memakai itu hidup seperti sampah, semua menganggap kita tidak seperti orang lain," ungkap Risman.

Risman yang kini sudah sembuh dan kini menikmati hidup normal, menyebutkan, selama menjadi pengguna barang haram tersebut dirinya sering tak bisa mengontrol emosi.

"Pengguna narkoba itu sering marah-marah, di lingkungan dia terisolasi meski dia bergaul dengan masyarakat," tuturnya.

Beruntung, Risman memiliki orang tua yang peduli serta dukungan luar biasa dari orang-orang terdekat untuk sembuh. 

"Berkat orang tua dan kesadaran saya, saya dibawa ke Lido di Bogor dan direhab disana empat bulan. Sekarang Alhamdulillah saya kembali seperti semula dan jadi staf di Ghanesa Foundation," katanya.

"Narkoba ini gak bisa sembuh tapi cuma pulih, jadi untuk kembali itu sangat kemungkinan besar, tergantung dari diri sendiri, orang tua dan lingkunan," tukasnya. (Wowbabel)



MEDSOS WOWBABEL