Kelas Internasional Bahas Komunitas Asia

Dekan FISIP Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim (ist)
Dekan FISIP Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim (ist)

* Kerjasama FISIP Universitas Bangka Belitung dan One Asia Foundation

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerjasama dengan One Asia Foundation, menggelar International Class on Asian Community dengan tema Asia Community : From Local Value and Nationalism Challenge to Identity Cross Border Mutual Relationship.

Kelas Internasional ini sendiri seperti layaknya kelas perkuliahan biasa, dan sudah berjalan satu kali pertemuan. Jumlah kepesertaannya pun terbilang banyak yakni di angka 150 an berasal dari mahasiswa/wi aktif. Jumlah peserta tersebut diperoleh setelah melalui serangkaian seleksi administrasi yang panitia tetapkan.

Perkuliahan pertama Kamis (15/2/2019) dihadirkan narasumber dari UPI, yakni Prof Dr Karim Suryadi, dengan tema Cross Cultural Communication in Asia Perspectives dipandu moderator Dr Diana Anggraini

"Pesertanya memang kita batasi, dari 300 an peserta yang mendaftar kita ambil 150. saya pun kaget melihat antusiasme yang mendaftar. Bahkan ada jurusan lain yang kita terima hanya dua tapi yang daftar itu sampai 20 an mahasiswa," ujar Ibrahim selaku Dekan FISIP UBB, kepada wowbabel.com, Rabu (20/2/2019) sore.

Dijelaskan Ibrahim kelas internasional ini akan berisi sesi-sesi perkuliahan dengan materi terkini, aktual, dan hangat terkait dengan komunitas Asia. Sehingga kelas tersebut akan fokus pada mengenal, memahami, dan menganalisis relasi antar bangsa.

"Ini komitmen untuk membangun nilai-nilai kebersamaan, toleransi, hubungan mutual, dan upaya memupuk serta mempromosikan nilai luhur masyarakat dikawasan Asia," katanya.

Bagi Ibrahim, dapat berkerjasama dengan One Asia Foundation ini merupakan kesempatan berharga. Apalagi harus bersaing dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di seluruh dunia. Untuk di Indonesia sendiri, yang lolos hanya dua perguruan tinggi saja.

"Jadi setiap tahun mereka menggelontorkan anggaran untuk 100 perguruan tinggi di dunia. Dan kita mendapatkan kesempatan tersebut," imbuh Ibrahim.

Kelas Internasional ini sendiri akan berakhir pada Mei 2019 mendatang. Dimana dalam pertemuan tersebut akan ada 16 kali pertemuan dengan menghadirkan narasumber ternama salah satunya adalah Prof Dr. FRanz Magnis Suseno dari STF Driyarkara.

Diakhir kelas internasional ini nantinya, pihaknya juga akan memilih 30 mahasiswa dan mahasiswi terbaik yang  akan diberikan grant hibah dari pihak panitia.

"Grant hibah ini semacam award tapi sekali pemberian untuk 30 yang terbaik diukur dari pre test, post tes, penugasan makalah, dan keaktifan di kelas," tukasnya.(kill/wb)



MEDSOS WOWBABEL