Babel Bakal Bangun Pelabuhan Baru

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, KA Tajuddin.(dok)
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, KA Tajuddin.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pemprov Bangka Belitung (Babel) berencana membangun beberapa pelabuhan baru pada Tahun 2020 mendatang. Potensi pembangunan pelabuhan tersebut diantaranya berada di kawasan Tuing (Belinyu), Muara Sungai Baturusa serta Tanjung Berikat (Bangka Tengah).

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Bangka Belitung, KA Tajuddin, Bangka Belitung memiliki banyak pulau dan dikelilingi laut luas serta berhubungan dengan pelayaran internasional. Sehingga keberadaan pelabuhan menjadi kebutuhan dasar dalam lalu lintas orang dan barang.

 “Potensi tersebut tentu perlu dilakukan kajian dahulu secara komprehensif dan kapasitasnya juga disesuaikan dengan hasil kajian, terutama terkait dengan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran, aspek perekonomian, serta aspek efisiensi dan efektifitas aksesibilitas transportasi orang dan barang,” ungkap Tajuddin kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Tajuddin mengungkapkan jumlah pelabuhan yang refresentatif yang ada sekarang ini sesungguhnya relatif masih kurang, akibatnya masyarakat terpaksa harus menggunakan dermaga-dermaga yang sederhana, yang tentu saja belum sepenuhnya memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pelayaran.

“Termasuk sarana transportasinya yang seharusnya bukan diperuntukkan untuk mengangkut orang dan barang, tetapi karena belum tersedianya alat transportasi yang ideal, maka sulit bagi masyarakat mencari alternatif angkutan transportasi yang lain,” imbuh Tajuddin.

Sedangkan untuk pelabuhan yang sudah ada, tambah Tajuddin, pihaknya akan mendorong pengembangan pembangunan, seperti Pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Tanjung  Batu, Pelabuhan Tanjung Ular dan Pelabuhan Dendang.

“Untuk pelabuhan penyeberangan yang diprioritaskan untuk dibangun adalah Bakik Bangka Barat dengan Belinyu Bangka, Tanjung Gading di Basel, Tanjung Nyatoh di Belitung, dan lokasi  pelabuhan yang bermanfaat untuk pariwisata seperti Pulau Ketawai dan Tanjung Gunung di Bateng serta Pulau Putri di Bangka,” kata  Tajuddin.

Sementara itu sumber pembiayaan pembangunan fisik konstruksi pelabuhan atau dermaga, pemerintah daerah berharap dari APBN, lantaran biaya investasinya cukup tinggi.  Bisa juga bersumber dari investasi pihak swasta.

“Jadi kita berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan ini semaksimal mungkin, bukan hanya untuk meningkatkan konektivitas antar pulau di dalam wilayah Kepulauan Bangka Belitung, tetapi juga antara wilayah Provinsi Babel dengan provinsi lain bahkan dengan pelayaran internasional,” tutur Tajuddin.

Kendati demikian, tambah Tajuddin, pembangunan pelabuhan juga harus mempertimbangkan lokasi, arus gelombang, kapasitas kapal yang sandar, perlu tidaknya breakwater, panjang trestel dan causeway serta yang lainnya. Tahapan pembangunan suatu pelabuhan juga tidak bisa serta merta.

“ Sesuai dengan PM Menteri Perhubungan Nomor 112 tahun 2017, pembangunan pelabuhan umum terutama pelabuhan yang besar diawali dengan beberapa kajian, diantaranya kajian kelayakan, masterplan, kajian SID/DED, kajian lingkungan hidup dan ketersediaan lahan serta ketersediaan aksesibilitas jalan menuju pelabuhan,” tukas Tajuddin.(*)

 



MEDSOS WOWBABEL