Ini Aturannya Jika Caleg Diusulkan jadi Wabup

Tim_Wow    •    Senin, 18 Februari 2019 | 13:13 WIB
Pilkada
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat, Pardi.(ril/wb)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat, Pardi.(ril/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Barat, Pardi,  menegaskan tidak ada larangan bagi calon legislatif (caleg) untuk diusulkan menjadi calon wakil bupati.

"Kalau yang bersangkutan statusnya sebagai caleg maka beliau tidak perlu mengundurkan diri ketika dicalonkan kecuali mereka sudah terpilih," kata Pardi kepada wartawan, Senin (18/02/2019) di Kantor KPU Bangka Barat.

Pernyataan Pardi ini menanggapi keinginan Partai Hanura Bangka Barat yang akan mengusulkan tiga orang kader intinya menjadi Wakil Bupati Bangka Barat. Dimana salah satu pengurus inti adalah Ketua DPC Hanura Bangka Barat ykani Arief Ferdiansyah yang juga calong legislatif Provinsi Babel Dapil  V (Bangka Barat).

Pardi merujuk pada Undang-undang Pilkada No 10  Tahun 2016 tentang Perubahan ke 2 UU No.1 Tahun 2015 tentang Perpu UU No.1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati/walikota menjelaskan bahwa tidak ada larangan untuk caleg diusulkan oleh partai pengusung guna mengisi kursi wabup.

"Nanti ketika dia terpilih sebagai kepala daerah, sudah sebagai wakil bupati misalnya, baru dia mengundurkan diri sebagai caleg,” imbuh Pardi.

Pardi menambahkan jika cawabup yang diusulkan tersebut telah menjabat sebagai anggota legislatif maka saat ditetapkan usulannya sebagai calon maka ia harus mengundurkan diri terlebih dahulu.

"Jadi beda ya, kalau dia caleg tidak perlu, caleg itu ngundurnya nanti. Tapi kalau anggota dewan mundur sekarang," tukas Pardi.(ril/wb)

Halaman