Mukhsin Simpan Ratusan Pil Tramadol

Tim_Wow    •    Rabu, 16 Januari 2019 | 15:23 WIB
Lokal
Ratusan pil tramadol yang berhasil diamankan aparat Polres Bangka Selatan.(as/wb)
Ratusan pil tramadol yang berhasil diamankan aparat Polres Bangka Selatan.(as/wb)

TOBOALI,Wowbabel.com -- Jajaran Satres Narkoba Polres Bangka Selatan menangkap pengedar pil golongan G jenis Tramadol di wilayah Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan, Selasa (15/01/2019).

Kasat Narkoba Polres Bangka Selatan, AKP Satriadi mengungkapkan, pelaku yang diamankan dan sudah ditetapkan tersangka yakni, Mukhsin (42) Warga Desa Sadai.

"Kita dapat laporan di Desa Sadai ada peredaran obat-obatan golong G jenis Tramadol, dan saya perintahkan anggota lakukan penyelidikan dan hasil penyelidikan benar informasi tersebut dan mengarah kepada tersangka," ungkap AKP Satriadi seizin Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono, Rabu (16/01/2019).

Satriadi mengatakan, sekira pukul 15.00 WIB, polisi melakukan penggerebekan di rumah tersangka. Benar saja polisi menemukan ribuan obat golongan G jenis Tramadol di rumah tersangka.

"Hasil penggeledahan telah ditemukan barang bukti obat-obatan golongan G di dalam lemari kamar tersangka dan satu Box arak di dalam kamar tersangka," ungkap Satriadi.

Obat-obatan golong G jenis tramadol yang berhasil diamankan terdiri 100 bungkus kapsul warna merah putih, yang mana dalam 1 trip berisi 10 butir. 40 bungkus kapsul warna merah putih, yang mana dalam 1 trip berisi 10 butir. Selain itu turut diamankan 400 keping obat jenis tramadol HCI, serta 45 kantong plastik arak putih.

Satriadi mengungkapkan, tersangka diduga mendapatkan obat-obatan tersebut dari Palembang, Sumatera Selatan.

"Tersangka mendapatkan barang tersebut dari Palembang dengan cara dikirim, dalam satu butir dijual berkisar 8 ribu rupiah, jadi dalam satu bungkus dijual tersangka sekitar 40 ribu rupiah," ungkap Satriadi.

Satriadi menuturkan, tersangka tidak memiliki izin menjual obat-obatan tersebut sehingga melanggar undang undang kesehatan.

"Pelaku ditetapkan tersangka memiliki dan mengedarkan obat obatan golongan G diduga jenis tramadol dan disangkakan pasal 197 undang undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda 1,5 miliar Rupiah," tukasnya.(as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE