IPWL Atap Langit Siapkan Rawat Inap untuk Korban Napza

Ketua IPWL Atap Langit Bangka Belitung sedang memberikan sambutan pada acara penjangkauan dan seleksi korban penyalahgunaan Napza yang akan diikutsertakan dalam program keterampilan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang pertemuan Atap Langit Air Mesu Timur, Rabu (19/4/2018).(ist)
Ketua IPWL Atap Langit Bangka Belitung sedang memberikan sambutan pada acara penjangkauan dan seleksi korban penyalahgunaan Napza yang akan diikutsertakan dalam program keterampilan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang pertemuan Atap Langit Air Mesu Timur, Rabu (19/4/2018).(ist)

PANGKALANBARU,Wowbabel.com -- Sebagai satu diantara Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, IPWL Atap Langit Bangka Belitung saat ini sudah menangani kasus narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) sebanyak 139 klien, selama tahun 2018.

"Semua klien tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang," ungkap Poni Auri, Program Manager IPWL Atap Langit Bangka Belitung kepada Wowbabel.com, Rabu (9/1).

Poni Auri menjelaskan pihaknya menangani rehabilitasi sosial ini dengan menggunakan dua program, yakni dengan program rawat jalan dan program rawat inap.

Namun sayangnya untuk program rawat inap di tahun 2018, IPWL Atap Langit Bangka Belitung hanya bisa mengirimkan klien ke luar Pulau Bangka.

"Kita masih kekurangan tempat untuk menerima klien rawat inap Sehingga kita harus mengirimkan klien ke luar Pulau Bangka, yakni ke PSPP Galih Pakuan Bogor sehingga ini bisa menambah cost selama perjalanan kesana, ujarnya.

Insha Allah bulan Februari 2019 ini pihaknya sudah memiliki fasilitas  untuk rawat inap sehingga klien bisa menjalanai rehabilitasi IPWL Atap Langit.

 “Adiksi itu penyakit kronis karena adanya di otak kita, tidak ada kata sembuh hanya ada kata pulih," jelas Poni Auri.

Poni menjelaskan, tidak ada pilihan lain selain direhabilitasi dan dirawat inap bagi korban penyalahgunaan napza, nanti proses rehabilitasinya meliputi empat aspek, Fisik, mental, emosional, dan spiritualnya.

Namun, ia menegaskan proses penyembuhan sepenuhnya dikembalikan pada komitmen pengguna sendiri. Tak sedikit pengguna kategori adiktif yang telah pulih justru kembali terjerumus.

Sebagai lnstitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi pecandu/ penyalahguna narkoba yang ditunjuk oleh Kementrian Sosial, Atap Langit mempunyai layanan terapi dan rehabilitasi bagi pecandu narkoba agar bersih dan pulih dari adiksi/ketergantungan narkoba dibawah bimbingan Konselor Adiksi.

Layanan yang dikembangkan dengan metode pembelajaran quantum learning dan menggunakan pendekatan multy disciplinary, model ini dilakukan melalui rawat inap dan rawat jalan. Metode yang digunakan adalah metode berbasis bukti yaitu therapy community (terapi komunitas),12 langkah Narcotic Anonymous (NA) dan psikoterapi.

Adapun tahapan program di terapi dan Rehabilitasi Atap Langit, meliputi Basic recovery, Aftercare/Pascarehabilitasi dan On the job training

Sedangkan Layanan yang diberikan di Program Terapi dan Rehabilitasi, diantaranya Psikoedukasi, Hipnoterapi, Psikososial, Konseling adiksi dan Konseling psikologi, Support group, Kegiatan religi dan spiritual, Kegiatan olah fisik (olahraga), Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, Kegiatan pengembangan kreatifitas, Outbound, Outing, Home visit, Family Support Group, Vokasional dan Terapi kerja

"Mudah-mudahan dalam upaya mengoptimalkan layanan bagi pecandu narkoba, IPWL Atap Langit Bangka Belitung akan merealisasikan pengembangkan dua pusat layanan pemulihan yakni di Bangka Tengah dan di Kota Pangkalpinang, yang akan di resmikan bulan depan,” tukas Poni Auri.(rill/*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE