Ekspor Babel 2018 Anjlok Gara-gara Timah

Tim_Wow    •    Kamis, 03 Januari 2019 | 13:22 WIB
Ekonomi
Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel.(net)
Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel.(net)

BANGKA, WOWBabel.com --- Badan Pusat Statistik (BPS) Provisi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor Babel pada November 2018 sebesar USD99 juta, turun 40,62 persen dibandingkan November 2017. Anjloknya nilai ekspor Babel akibat menurunnya ekspor timah 66,56 persen.
     
"Ekspor komoditas timah turun, sementara nontimah naik 96,44 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya," kata Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Rabu (2/1/ 2019). 

Ia mengatakan turunnya nilai ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke Singapura, Jepang, Belanda, Korea Selatan, dan India pada November 2018 menjadi penyebab utama anjloknya ekspor di provinsi penghasil bijih timah nomor dua terbesar dunia ini.       

Sementara itu, nilai ekspor nontimah meningkat sebesar 17,28 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi sebesar USD 52,2 juta. Dengan demikian, nilai ekspor nontimah selama Januari-November 2018 mencapai USD387,5 juta. Peran nontimah naik menjadi 23,29 persen.     
Menurut dia Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah sekitar 26,81 persen ekspor timah pada Januari-November 2018 dikirim ke Negeri Singa Putih ini.   "Jika dibanding Januari-November 2017, ekspor timah ke Singapura pada tahun ini lebih rendah sekitar 14,76 persen," ujarnya.

Selanjutnya, Jepang, Belanda, Korea Selatan, dan India berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-November 2018. Peran keempat negara berkisar antara 11,46 persen hingga 12,67 persen. "Lima negara utama tujuan ekspor timah berperan sebesar 75,40 persen," pungkas dia.

Menurunya ekspor Babel mulai terlihat pada Oktober 2018 sebesar 25,71 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017. Nilai ekspor timah pada bulan Oktober turun sebesar 40,97 persen.  Berkurangnya ekspor timah ke negara-negara tujuan utama ekspor  disebabkan oleh adanya beberapa smelter yang tutup.

Sebelumnya dalam penutup tahun 2018, PT Timah Tbk berhasil mencatatkan ekspor logam timah selama 2018 sebanyak 33.250 metrik ton (mt) atau naik 15 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya 28.732 ton.

"Kenaikan ekspor logam timah ini tidak lepas dari peranan kinerja perusahaan menghadapi dinamika bisnis pertimahan dan kepastian regulasi di sektor pertimahan di sepanjang tahun ini," kata Direktur Utama PT Timah Tbk. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani saat pelepasan dan penutupan ekspor logam timah terakhir pada 2018 di Dermaga Unit Metalurgi Muntok, Bangka Barat, Minggu (30/12/2018).

Dia mengatakan selama 2018 dinamika sektor pertimahan cukup menggeliat dan yang terpenting adalah bagaimana BUMN ini menghadapi tantangan demi tantangan dengan bekerja lebih giat dan memaksimalkan komunikasi positif. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL