Tiga Sektor Unggulan DPPP Basel Meningkat Signifikan

ADVERTORIAL    •    Rabu, 26 Desember 2018 | 21:22 WIB
Lokal
Tiga sektor unggulan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan alami peningkatan cukup signifikan sepanjang tahun 2018.(ist)
Tiga sektor unggulan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan alami peningkatan cukup signifikan sepanjang tahun 2018.(ist)

WOWADVETORIAL -- Tiga sektor unggulan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan alami peningkatan cukup signifikan sepanjang tahun 2018.

Pertama sektor produksi padi petani di Bangka Selatan tahun 2018 mengalami peningkatan. Tercatat hasil produksi padi pada tahun 2018 ini mencapai 15.652 ton. Sementara pada tahun 2017 hasil produksi padi berada di angka 10.120 ton.

Hal tersebut tentunya akan selaras dengan program pemerintah daerah yang merencanakan daerah ini akan menjadi swasembada beras di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) dengan dukungan teknologi alsintan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Basel Suhadi, didampingi Sekertaris Dinas Rizal mengungkapkan, sepanjang tahun 2018 di wilayah pertanian Kecamatan Toboali telah melakukan penanaman sebanyak dua kali.

"Tahun ini tentu produksi padi mengalami peningkatan, di Toboali sudah 2 kali melakukan penanaman dalam setahun. Hasil produksinya, sudah cukup terlihat taraf perekonomian masyarakat terjadi peningkatan," ujar Suhadi.

Sementara, luas tanah tanam padi yang ada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada tahun 2018 ini bertambah seluas 11.025 hektare dibanding tahun sebelumnya yang hanya seluas 9.002 hektare.

Perluasan lahan tanam menyebar di setiap kecamatan Bangka Selatan, seperti di Kecamatan Lepar Pongok masyrakat setempat sudah dapat menanam padi seiring perbaikan infrastruktur.

"Di Desa Penutuk Lepar Pongok yang tadi petani tidak bisa tanam karena air laut masuk kita buat tanggul, jaringan irigiasi tersier, dam parit. Sehingga tidak banjir lagi, hampir seluruh desa yang ada sawah dilengkapi sarana prasarana," imbuhnya.

Dengan peningkatan produksi beras pada tahun 2018, tercatat konsumsi masyarakat telah terpenuhi sebesar 67 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 40 persen.

"Berdasarkan data pada suplai lokal memang telah terpenuhi sebesar 67 persen jika tidak dijual ke luar daerah," ungkapnya.

Sementara, pada sektor pertanian lainnya, yakni pengembangan Bawang merah, sepanjang tahun 2018 Kabupaten Bangka Selatan telah menyebar benih yang ditanam diatas lahan seluas 6 hektare.

"Sebelumya ada 2017, namun sifatnya kecil, belum maksimal. Tahun ini disebar benih di Rias, Gadung, Serdang, Sumberjaya Permai Pulau Besar. Ada potensi kita kembangkan," sebutnya.

Sementara itu, pada sektor Swasembada sapi terjadi peningkatan populasi sebanyak 1.400 ekor pada tahun 2018 dimana tahun lalu hanya sebesar 1.100 ekor.

"Di Basel sifatnya bukan konsumsi, baru budidaya meningkatkan populasi. Namun target kami tahun 2022 meningkat sebanyak lima ribu ekor. Peternakan sangat menunjang kegiatan pertanian," tukasnya.(adv)

Halaman