Polisi Buru Pemilik Tiga Kapal Compreng Ilegal di Perairan Basel

Tim_Wow    •    Minggu, 23 Desember 2018 | 20:42 WIB
Lokal
Konferensi Pers Tim gabungan usai penangkapan Kapal Compreng di Mapolres Basel. (As/wowbabel)
Konferensi Pers Tim gabungan usai penangkapan Kapal Compreng di Mapolres Basel. (As/wowbabel)

WOWBASEL - Tim Terpadu PSDKP Babel bersama Ditpolair Polda Babel dan Polair Polres Basel saat ini baru mengamankan tiga orang dalam penangkapan kapal Compreng di perairan laut Bangka Selatan, Sabtu (22/12/2018). 

Ketiga orang yang diamankan merupakan nahkoda dari ketiga kapal. Sementara pemilik kapal hingga saat ini belum diketahui.

"Sementara ini baru kita amankan nahkoda atau kapten kapal selaku pimpinan diatas kapal dalam usaha penangkapan ikan tersebut," ujar Kasi Pengawasan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel, Sularsono saat menggelar jumpa pers di Mapolres Bangka Selatan, Minggu (24/12/2018).

Namun, pihaknya mengatakan telah mengantongi alamat pemilik ketiga kapal tersebut. Pengusaha dari ketiga kapal tersebut diduga beralamat di Jakarta. 

"Untuk pemiliknya semua beralamat di Jakarta, sehingga yang baru kita amankan saat ini adalah pelaku yang diatas kapal," ungkapnya. 

Sularsono mengatakan, pengusaha dari ketiga kapal tersebut akan dilakukan pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan juga ikut terlibat dalam aktivitas penangkapan ikan ilegal di perairan Laut Bangka Belitung. 

"Nanti akan kita lihat perkembangan selanjutnya setelah nanti kita BAP, jika memang nanti kemungkinan bisa dilibatkan juga pemiliknya maka akan kita tindak lanjuti, tapi manakala sudah cukup selesai sampai dengan pelaku kita tutupkan sampai pelaku nahkodanya saja," kata Sularsono. 

Ia menegaskan bahwa ketiga kapal compreng tersebut telah melanggar wilayah penangkapan ikan tanpa izin. Para pelaku diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. 

"Pelaku akan disangkakan pasal 93 junto pasal 21 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara enam tahun dan denda 2 miliar," tukasnya. (As/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE