Romantisme Bung Karno Tak Pudar

Abeng    •    Selasa, 18 Desember 2018 | 22:24 WIB
Opini
surat cinta Bung Karno untuk Fatmawati. (detikcom)
surat cinta Bung Karno untuk Fatmawati. (detikcom)

SEBELUM kesibukan diplomasi dimulai dengan adanya resolusi Dewan Keamanan, Mohammad Roem mengungkap, kehidupan di pengasingan seperti istirahat di tempat tenang. Terutama Bung Karno yang pandai mengatur acara yang santai. Ia mengorganisasi gerak jalan anak-anak di Bangka, mengadakan ceramah, dan lain-lain.

Sukarno yang di tempatkan di Wisma Ranggam hampir setiap hari menemui rakyat sekitar Muntok, Pangkal Pinang, Sungailiat, hingga di Toboali. Semuanya karena Soekarno dan tokoh perjuangan RI itu memenuhi undangan warga.

"Pendeknya, kami sangat berterima kasih kepada rakyat di Bangka yang menjaga kami agar tidak kekurangan sesuatu apa. Dalam pertemuan-pertemuan dengan para bapak dan ibu, serta anak-anak, Bung Karno tidak lupa kegemarannya, menyanyi. Malah tiap kali ia mandi, kami mendengar suaranya yang ia lepaskan dengan bebas. Saya pernah membaca bahwa demikian itu sehat," kenang Mohammad Roem (Diplomasi: Ujung TombakPerjuangan RI).

Kendati padat dengan kegiatan diskusi dan mengunjungi warga, dalam pengasingan Bung Karno menujukkan sisi seninya. Salah satu nyanyian Bung Karno yang terekam diingatan Mohammad Roem saat di penagsingan di Muntok adalah sebuah lagu berjudul "One Day When We Were Young" gubahan Johann Strauss:

One day when we were young
That wonderful morning in May
You told me you loved me
When we were young one day....

Soekarno juga tak menghilangkan sisi romantisme. Salah satu jejak romantisme Bung Karno terlihat dari surat yang dikirimkannya kepada ibu negara Fatmawati. Bung Karno mengirimkan foto dirinya saat sedang duduk di kursi dengan kaki disilangkan. Dia mengenakan baju safari berkantung empat dan peci serta sepatu pantofel yang merupakan ciri khas penampilannya. Di samping foto itu, sang Presiden menuliskan sepenggal kalimat untuk sang istri:

"Fat, ini adalah gambar mas pada waktu sehari di Muntok. Kurus ataukah gemuk?" tulis Bung Karno yang diakhiri dengan tanda tangan di bawahnya.

Di bawah foto Bung Karno sudah ditambahi keterangan dari Fatmawati, yang menyebutkan bahwa surat tersebut dikirim oleh Bung Karno dari Muntok untuk dirinya. Surat Bung Karno untuk Fatmawati tersebut ditempelkan di salah satu lemari pajangan di Pesanggrahan Menumbing.

Kebiasaan Soekarno menulis surat cinta tidak saja kepada Fatmawati, istri-istrinya yang lain, Naoko Nemoto (Ratna Sari Dewi), Haryatie, Yurike Sanger, dan Kartini Manoppo juga menerima surat serupa tentu pada kesempatan yang berbeda. Menurut sejarawan Peter Kasenda, hanya Inggit yang tak pernah mendapat surat cinta Sukarno karena Inggit selalu menemaninya hingga mereka bercerai.

Namun belum ada yang mempublikasikan surat-surat untuk istri-istrinya secara khusus. Ada yang hanya menyimpannya, muncul sepenggal-penggal dalam sejumlah buku, atau menjadi suplemen dalam biografi misalnya Srihana-Srihani, biografi Hartini yang ditulis Arifin Surya Nugraha.

Sukarno bertemu Hartini pada awal 1953 dalam sebuah kunjungan ke Salatiga. Jatuh cinta, Sukarno pun terus mengirimkan surat-surat cinta. Demi menjaga kerahasiaan, Sukarno menggunakan nama samaran Srihana, sedangkan Hartini dia namai Srihani. Salah satu cuplikan dari puluhan surat cinta itu berbunyi:

“Ketika aku melihatmu untuk kali yang pertama, hatiku bergetar. Mungkin kau pun mempunyai perasaan yang sama. Srihana.”

“Surat-surat cinta Sukarno memperlihatkan status dan tingkat hubungan dengan istri-istrinya. Perkataan cinta dan pujian dalam surat itu menunjukkan bahwa Sukarno seorang yang romantis dan menarik juga mengetahui aspek kepribadian tokoh bangsa ini,” ujar sejarawan Asvi Warman Adam dikutip dari historia.id.

Surat-surat cinta bisa menjadi sumber sejarah jika isinya tidak hanya berbicara romantisme, tapi juga informasi sejarah atau pemikiran yang dialami tokoh-tokohnya. Namun, surat cinta mungkin juga penting untuk menyelami pengalaman batin seorang tokoh, menjadikannya lebih manusiawi tanpa mengurangi kepahlawanannya. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL