Bawaslu Basel Temukan 508 Pemilih Ganda

Romy    •    Jumat, 30 November 2018 | 16:56 WIB
Pilkada
Ketua Bawaslu Bangka Selatan, Sahirin.(wb)
Ketua Bawaslu Bangka Selatan, Sahirin.(wb)

WOWPOLITIK  -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bangka Selatan masih menemukan adanya pemilih ganda pasca Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) yang dilakukan KPU  Bangka Selatan.

Berdasarkan temuan Bawaslu Bangka Selatan, setidaknya ada 508 pemilih dengan kategori  nomor identitas kependudukan (NIK) yang berbeda. Pemilih ini terindikasi memiliki NIK lebih dari satu dan tersebut di delapan kecamatan Kabupaten Bangka Selatan.

Ketua Bawaslu Bangka Selatan, Sahirin, mengatakan pihaknya telah menganalisa data DPTHP-2 yang ditetapkan KPU Bangka Selatan, ternyata masih memunculkan data pemilih yang terindikasi memiliki NIK lebih dari satu, yaitu sebanyak 508 pemilih.

“Kami sudah melakukan verifikasi faktual terbatas dengan jajaran Panwascam dan Panwaslu Kelurahan/Desa  se-Kabupaten Bangka Selatan untuk memastikan keabsahan identitas pemilih tersebut. Hal ini dilakukan karena kegandaan tersebut berbeda dengan ganda sebelumnya, dimana ganda pada kali ini dengan NIK yang berbeda, sehingga diperlukannya verifikasi faktual untuk membuktikan kebenaran data tersebut,” ungkap Sahirin.

Ditegaskan Sahirin, verifikasi perlu dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan dan mengawal proses penyusunan daftar pemilih yang akurat, valid, dan berkualitas sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

“Kami telah membaca skema data ganda ini, data ganda yang masih muncul pada DPTHP-2 dengan jenis yang bervariatif mulai dari ganda dalam satu TPS, antar TPS, antar desa, dan antar kecamatan. Namun dengan NIK yang berbeda, sehingga meskipun dianalisa dengan menggunakan aplikasi, maka tidak akan terbaca. Sehingga perlu dilakukan pencermatan secara manual untuk memastikan daftar pemilih yang disusun oleh rekan KPU terhindar dari ganda,” terang Sahirin.

Menurut Sahirin, hal ini bisa saja terjadi lantaran ketidak hati-hatian jajaran KPU dalam menginput data ke SIDALIH sehingga bisa muncul satu pemilih yang memilik NIK lebih dari satu.

“Kami juga menganalisa kalau NIK yang terinput ke pemilih tersebut bisa saja milik orang lain. Sehingga mengakibatkan pemilih yang seharusnya memiliki hak pilih tidak terdaftar sebagai pemilih karena kesalahan input data. Setelah kami lakukan verifikasi terhadap pemilih yang memiliki NIK lebih dari satu ternyata salah satu NIK tersebut adalah milik orang lain,” ungkap Sahirin.

Ditambahkan Sahirin, pihak sudah menyurati KPU Bangka Selatan untuk segera menindaklanjuti temuan mereka dan membenahi proses penyempurnaan DPTHP-2.(rom)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL