Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610 Masih Jauh dari Pengungkapan

Endi    •    Rabu, 28 November 2018 | 03:07 WIB
Nasional
Ketua Sub Divisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT sekaligus Ketua Tim Investigasi Musibah Lion Air JT-610, Nurcahyo Utomo.(dag)
Ketua Sub Divisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT sekaligus Ketua Tim Investigasi Musibah Lion Air JT-610, Nurcahyo Utomo.(dag)

WOWPANGKALPINANG--Komite Nasional Keselamatan Transportasi(KNKT) menyebutkan misteri penyebab jatuhnya lion air PK-LQP JT-610, di Perairan Karawang 29 Oktober silam, masih sangat jauh dari pengungkapannya.

KNKT masih membutuhkan berbagai tahapan dan waktu yang cukup lama untuk memastikan penyebab insiden yang menewaskan 189 penumpang dan awak pesawat tersebut.

Ketua Sub Divisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT sekaligus Ketua Tim Investigasi Musibah Lion Air JT-610, Nurcahyo Utomo, mengungkapkan, saat ini tim investigasi yang dibentuk oleh KNKT, baru berhasil mengumpulkan data-data awal tentang bagaimana kecelakaan itu terjadi.

"Yang sudah diperoleh dari KNKT yaitu data Black Box Recorder mulai pada tanggal 23 Oktober, berisi 19 penerbangan, ini yang sudah kita peroleh dan juga beberapa data lain dan detailnya besok akan kita sampaikan press conference," kata Nurcahyo.

Menurutnya, beberapa tahapan masih perlu dilakukan sebelum dapat merumuskan penyebab kecelakaan tragis tersebut, diantaranya dengan meneliti komponen yang dilepas oleh pesawat nahas itu saat berada di Bali, sehari sebelum terjadinya kecelakaan. Disamping itu KNKT juga masih perlu menggelar rekonstruksi dengan menggunakan simulator milik perusahaan Boeing di Minepolis Amerika Serikat.

Untuk melengkapi data invsetigasi, KNKT masih sangat memerlukan rekaman percakapan dalam cockpit, atau cockpit voice recorder yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian, guna melengkapi data dari flight data recorder. KNKT memastikan proses pengungkapan terhadap penyebab jatuhnya pesawat masih sangat jauh dan masih membutuhkan banyak tahapan.

"Untuk penyebab masih sangat amat jauh, jadi setelah ini KNKT masih akan melakukan penelitian tentang bagaimana kecelakaan ini akan kita rekontruksi lagi di simulator miliknya Boeing di Amerika," tukas Nurcahyo.(dag)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL