Festival Tanjung Kelayang Sedot 25 Ribu Wisatawan

Tim_Wow    •    Senin, 26 November 2018 | 10:57 WIB
Travel
Salah satu destinasi Festival Tanjung Kelayang.(ist)
Salah satu destinasi Festival Tanjung Kelayang.(ist)

WOWBELITUNG – Festival Tanjung Kelayang 2018 berpotensi jadi trigger bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang. Sebab, memiliki nilai ekonomi tinggi. Event ini mampu menarik kunjungan wisatawan secara signifikan. 

Festival yang digelar 15-19 November dikunjungi lebih dari 25.000 wisatawan. Dari komposisi tersebut, slot untuk wisnus mencapai 5.000 orang. Arus masuk wisman ini juga telah melebihi target 750 hingga 1.000 paspor asing. 

Kadispar Belitung Hermanto mengatakan, target kunjungan wisatawan sudah terlewati. “Jumlah kunjungan target wisatawan sudah melewati target semua. Angka dari wisnus dan wismannya sudah aman. Padahal ini dihitung hingga hari ke-4 Fesival Tanjung Kelayang saja,” ungkap Hermanto.

Khusus arus masuk wisman, Hermanto menggunakan simulasi sampel beberapa hotel. Mengacu dari Hotel Green Tropical Belitung, sedikitnya ada 90 wisatawan Singapura yang menginap beberapa hari di sana.

“Kami terus memonitor pergerakan wisman di banyak hotel. Ada 90 wisatawan Singapura yang menginap di Hotel Green Tropical. Padahal, di sini pilihannya itu sangat banyak,” terangnya lagi.

Pergerakan para wisman ini tentu sangat menggembirakan. Sebab, memberikan impact yang positif bagi perekonomian masyarakat Belitung. Rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Belitung memiliki nilai spending USD50 hingga USD100 per orang per hari. Memakai batas atas, artinya ada potensi perputaran uang USD500 Ribu sepanjang penyelenggaraan Festival Tanjung Kelayang.

Lebih menarik spending USD50 hingga USD100 per orang per hari ini di luar hotel dan transportasi. Angka ini murni memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan/minum, belanja, hingga voucher bagi telekomunikasi. 

Hermanto menambahkan, kemampuan Festival Tanjung Kelayang menarik wisman ini memberikan multiplier effect positif yang positif.

“Festival ini memberikan dampak positif sangat luas. Masyarakatlah yang langsung bisa merasakan manfaatnya. Para penjual laku. Hotel dan rental-rental kendaraan terisi. Semua lini perekonomian dari ini bergerak. Intinya sangat positif. Dari sini, Festival Tanjung Kelayang bagus sebagai pendorong KEK dan ujungnya Pendapatan Asli Daerah (PAD),” lanjut Hermanto lagi.

Aktivitas pariwisata memberikan value ekonomi yang sangat menjanjikan. Mesin ekonomi ini diperkuat dengan event dan salah satunya Festival Tanjung Kelayang 2018. Seiring pergerakan wisatawan, KEK ini memberikan impact positif. PAD di Belitung terkoreksi naik. Pada 2017, PAD Belitung sudah berada di level Rp193,18 Miliar. Angka ini naik signifikan 41,21% atau riilnya Rp56,38 Miliar dari tahun 2016. Di rentang 2013 hingga 2016, rata-rata kenaikan PAD Belitung Rp14,63 Miliar per tahun. Pada tahun 2016, sektor transportasi dan akomodasi mampu menjadi penyumbang PAD 6,52%. Hal ini pun bertolak belakang dengan pertambangan yang turun di posisi 11,89% pada 2016. Padahal, di tahun 2012 masih di kisaran 15,36%. Serupa industri pengolahan yang turun 20,05% di 2016. Pada 2012 ada di level 24,33%. 

“Tanjung Kelayang ini asuk destinasi prioritas dan KEK juga. Kami ini sudah mendorong pertumbuhan dengan Festival Tanjung Kelayang ke Calender of Event. Harapannya, adanya percepatan pertumbuhan pariwisata. Wilayah ini juga didukung dengan aksesibilitas flight langsung dari Singapura,” jelas Staf Ahli Menteri Bidang Multikultur Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Poros udara Belitung terhubung dengan Singapura sejak Senin (29/10). Rute ini dikembangkan Garuda Indonesia dengan armada Bombardier CRJ-1000. Kapasitas dari pesawat ini 96 seats. Rute ini dilayani 4 kali sepekan, yaitu Seni, Rabu, Jumat, dan Minggu. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, saat ini destinasi dan festival di Belitung masih bisa terus ditingkatkan.

“Aksesibilitas menuju Belitung saat ini semakin bagus. Terhubung dengan Singapura memberikan efek sangat positif. Dengan besarnya kunjungan wisatawan ini, diharapkan semakin menaikan kesejahteraan masyarakat,” tutup tutup Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan menjadi #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok. (*)



MEDSOS WOWBABEL