Bayi di Babel Belum Capai Target Nasional Pemenuhan ASI Ekslusif

Tim_Wow    •    Senin, 19 November 2018 | 16:53 WIB
Lokal
Dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM. (dd/wowbabel)
Dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM. (dd/wowbabel)

WOWPANGKALPINANG - Kementerian Kesehatan RI mencatat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru 46 persen dalam memperjuangkan hak-hak anak untuk mendapat Air Susu Ibu (ASI) ekslusif. Padahal, target nasional untuk wilayah ini sebenarnya adalah 70 persen.

Hal itu diungkapkan salah satu pembicara kegiatan Pekan Asi Sedunia (World Breastfeeding Week) Tahun 2018, Dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, di Bangka City Hotel Pangkalpinang, Senin (19/11/2018).

Dalam kegiatan yang mengusung tema "Breastfeeding, Foundation of Life," dan "Menyusui sebagai Dasar Hidup," Dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM seorang Spesialis Kesehatan Anak dan Aktivis Laktasi ini juga mengatakan usia cukup bagi bayi untuk mendapat makanan lain selain Air Susu Ibu adalah setelah 6 bulan.

Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring, sampai usia bayi 6 bulan.

"Menurut hasil penelitian, ASI positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik, meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkatkan jalinan kasih dengan bunda dan ayahnya," ungkap Dr. Utami Roesli.

Dia juga menyoroti kurangnya kesadaran para orang tua terutama ibu dalam memperhatikan kecukupan ASI ekslusif ini.

:Jika kita menyusui bayi dengan benar, kita akanĀ  terhindar dari dua penyebab dari stuntingĀ  yaitu gizi dan infeksi. Memberikan asi dengan benar, kita bisa mencegah dua dari penyebab malnutrisi termasuk stunting itu," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, ASI adalah serat hidup yang mengandung antibodi sehingga anak-anak yang diberikan ASI dengan benar, penelitian-penelitian menyebutkan sekalipun sang bayi sakit tidak akan berujung pada kematian.

"Misalnya, lebih jarang penyakit radang paru-paru akan tetapi anak- anak yang non ASI kematiannya akan 15 kali lebih sering. Juga infeksi seperti mencret, diabetes, sakit jantung, obesitas dan juga kurang gizi pastinya," tuturnya.

Memberikan ASI jangka panjang kepada bayi, selain sehat dan gizinya juga bagus, juga membuat sang anak mempunyai kualitas hidup yang lebik baik dibandingkan dengan mengkomsumsi susu formula. (dd/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE