Kota Tua Toboali: Rumah Controllier, Pergudangan, Dan Pelabuhan Masa Kolonial

Tim_Wow    •    Sabtu, 17 November 2018 | 13:01 WIB
Travel
Bupati Bangka Selatan Justiar Noer beserta istri berfoto bersama usai pembukaan Festival Toboali Tempo Doeloe, Sabtu (17/11/2018). (wowbabel.com)
Bupati Bangka Selatan Justiar Noer beserta istri berfoto bersama usai pembukaan Festival Toboali Tempo Doeloe, Sabtu (17/11/2018). (wowbabel.com)

WOWTRAVEL -- Di ujung Selatan Pulau Bangka, Toboali sudah berdiri sebagai kota. Berada di pesisir timur, segala aktifitas ekonomi dan pemerintah era kolonial bertumpuk di sudut kota, kelurahan Ketapang.

Rumah tua eks controller dan asisten wedana, kantor pos, kantor polisi, hingga gudang beras dan garam sebagai penjamin logistik bagi pejabat, pegawai kolonial maupun warga terpusat di seputaran kawasan Simpang Lima ini.

Benteng Toboali dan Port Toboali memberikan keamanan pasokan kebutuhan logistik agar tetap terjamin bagi kepentingan penambangan timah dan warga kota. Sebab kala itu karisidenan berada di Muntok, Bangka Barat sebelum pindah ke Pangkalpinang.

Semua kenangan itu disampaikan oleh Justiar Noer, Bupati Bangka Selatan (Basel) saat membuka Festival Toboali Tempo Doeloe di halaman Wisma Samudera, dulu sebagai rumah dinas pejabat timah era Belanda (Controllier), Sabtu (17/11/2018).

"Peninggalan bagunan tua sekitar kawasan Simpang Lima ini sebagai saksi kalau Toboali salah satu daerah yang strategis sejak dulu," kata Justiar.

Sebagai pusat kota di Selatan Bangka, kata Justiar fasilitas seperti kantor pos, telekomunikasi, dan perbankan sudah berdiri di Toboali.

Bangunan kantor masih berdiri kokoh dan tetap digunakan hingga saat ini.

"Bahkan ada masjid, kantor keamanan sekitar kawasan tua. Sedangkan permukiman warga ada di Kampung Ketapang. Sehingga kota ini sifatnya terintegrasi antara pemerintahan, ekonomi,



1   2