Mufidah Ingin Perajin Babel Lebih Kreatif

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI, Mufidah Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis (15/11/2018) kemarin.(ist)
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI, Mufidah Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis (15/11/2018) kemarin.(ist)

WOWPANGKALPINANG  - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI, Mufidah Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis (15/11/2018) kemarin. Istri dari wakil presiden Republik indonesia memberikan memotivasi para Pengurus Dekranasda Babel, dalam membina dan mengembangkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing, sehingga laku di pasar, sekaligus untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guna dicari upaya penanganannya.

“Perajin Bangka Belitung agar lebih kreatif dan menjaga ciri khas kerajinan yang ada saat ini, termasuk di dalamnya cual dan pewter, sehingga dapat dikembangkan ke depan,” ujarnya, saat membuka kegiatan sinergi dekranas dengan Kementerian KUKM dan Kementerian Perindustrian dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing UMKM Perajin di Bangka Belitung di Hotel Novotel Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.

Sementara, Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi mengemukakan, saat ini kerajinan Babel yang dikenal dengan kerajinan cual, pewter dan beberapa kerajinan lainnya, sudah mulai dikembangkan, sehingga kerajinan ini dapat berkembang pesat.

Terkait dengan kerajinan Pewter, Melati mengatakan, Dekranasda Babel telah melakukan kerjasama dengan PT Timah dalam mengembangkan kerajinan pewter tersebut.

“Dekranasda Babel sudah melakukan FGD dengan PT. Timah, bagaimana mengembangkan terkait dengan pewter, dan sudah on going. Mudah - mudahan action ke depan akan lebih maju,” ungkap Melati Erzaldi.

Selain itu, Melati juga menjelaskan perbedaan antara cual dengan songket Palembang. Berkenaan dengan pengembangan cual khas Babel, saat ini, terdapat pada motif dan peletakan tenun emasnya yang disebut dengan pala bada.

“Kalau masyarakat awam, apabila melihat cual dengan songket Palembang, itu kelihatan sepintas sama, namun motifnya berbeda. Kalau cual lebih mengedepankan flora atau bunga bungaan seperti kembang sepatu, dan berbeda peletakan atas tenun emasnya, yaitu pala bada, dimana pala bada di tenun cual lebih luas,” jelas Melati Erzaldi.

Selain itu, Melati juga menjelaskan, Babel dalam mempromosikan cual sudah dilakukan dengan mengikuti pameran - pameran dan fashion show, serta membuka paviliun cual yang  ada di Smesco Jakarta, sehingga dengan branding yang ada dan dilakukan secara masif serta terstruktur, akan kelihatan perbedaan antara cual Babel dengan songket Palembang.(kill)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL