SMPN 3 Toboali Menuju Sekolah Adiwiyata

Istri Bupati Bangka Selatan (Ekawati Justiar) foto bersama siswa SMPN 3 Toboali. (Ist)
Istri Bupati Bangka Selatan (Ekawati Justiar) foto bersama siswa SMPN 3 Toboali. (Ist)

WOWBASEL - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka  Selatan, Ekawati Justiar melakukan kunjungan ke SMPN 3 Toboali Kamis, (1/11/2018). Sekitar pukul 11.00 WIB, Eka bersama stafnya mendatangi SMPN 3 Toboali yang terletak di Jl. Ki Hajar Dewantara SPC, Rias Toboali, Bangka Selatan.

Kedatangan Eka tersebut dimaksudkan untuk memberikan dukungan, motivasi dan sekaligus pengarahan kepada seluruh warga sekolah dalam melaksanakan program sekolah adiwiyata.

Eka memberikan beberapa masukan kepada pihak sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan adiwiyata. 

Menurut Eka, permasalahan utama dan paling penting dilakukan adalah pengelolaan sampah, karena dimana-mana sampah menjadi permasalahan. 

"Sebut saja di Toboali, menurut riset dalam sehari setiap orang menghasilkan sampah sebanyak 0,5 kg, jika penduduk Toboali berjumlah 60.000 jiwa, maka mereka menyumbangkan sampah sebanyak 30 ton perhari. Pengelolaan sampah disini artinya memilah sampah. Jika pemilahan sampah dilakukan, otomatis akan mengurangi sampah yang ditampung di TPA karena sebagian sampah sudah dimanfaatkan atau di daur ulang," ujar Eka dalam keterangan tertulis yang diterima wowbabel.

Sekolah Adiwiyata sebagai lembaga pendidikan, menurut Eka semestinya dapat menjadi contoh dalam penanganan sampah di masyarakat. 

"Siswa-siswi merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat menyelamatkan bumi ini dari ancaman sampah," lanjutnya.

Dikatakan Eka, selain membuat bank sampah, sekolah juga harus menyediakan bak sampah yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.

"Pemilahan sampah akan memudahkan kita untuk mengolahnya," tandasnya.

Kepala Sekolah SMPN 3 Toboali, Siti Khalimi dalam sambutan singkatnya mengucapkan terimakasih atas kunjungan Ekawati Justiar. 

"Kunjungan dan pembinaan ini menjadi semangat tersendiri bagi kami untuk melanjutkan cita-cita bersama meraih predikat sekolah adiwiyata. Ini sangat membahagiakan dan merupakan hadiah sekaligus kehormatan bagi SMPN 3 Toboali.  Sudah lama kami menantikan kehadiran Ibu Eka," ungkap Siti.

Sementara dalam sesi diskusi, ketua pelaksana program adiwiyata SMPN 3 Toboali, Yupendi memberikan apresiasi yang positif atas kunjungan Ekawati Justiar. 

Menurut Yupendi, sekolah-sekolah yang notabene dikatakan sebagai sekolah pinggiran, juga membutuhkan sentuhan langsung dari para pejabat yang terkait. 

"Sudah saatnya sekolah kita sejajar dengan sekolah yang di kota. Dan pada kesempatan ini kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Eka atas kesediaannya meninjau sekolah ini," tambah Yupendi.

Yessi Misniar, Waka Kesiswaan SMPN3 Toboali secara khusus meminta perhatian terkait dengan pengadaan bak sampah 5 warna. 

"Kita masih sangat kekurangan dalam masalah bak sampah, bahkan yang saat ini dimiliki oleh SMPN 3 Toboali adalah bak sampah 2 warna dan itu juga hanya beberapa buah saja. Itu artinya, belum memenuhi standar," ungkap Yessi.

Oleh sebab itu lanjut Yessi, pihaknya memohon pada Ibu Eka, kiranya dapat membantu dalam pengadaaanya. 

Sementara ditemui usai acara ini, Agus Bachtiar K salah satu koordinator adiwiyata SMPN 3 Toboali  mengatakan, selain membina dan memotivasi sekolah, Eka juga meninjau beberapa lokasi terkait dengan kelengkapan sarana, diantaranya meninjau green house, kolam resapan dan kantin sekolah serta melihat langsung proses pengomposan yang dilaksanakan oleh siswa. 

"Beliau (Eka-red) sangat bersemangat membina kami, walaupun saat itu dalam kondisi hujan gerimis. Bahkan ditengah gerimis siang tadi Bu Eka mengajari kita secara langsung menggunakan dan membuat lubang biopori. Dan sebagai bukti kesungguhan dukungan dari Bu Eka, alat pelubang biopori diberikan pada kita sebagai bantuan. Rencana kegiatan terkait adiwiyata selanjutnya adalah pameran sekolah yang akan menampilkan berbagai karya siswa yang terbuat dari bahan daur ulang. Kegiatan Itu akan dilaksanakan akhir November," ujar Agus. (rel)



MEDSOS WOWBABEL