BEM IAIN SAS Minta Polri Fokus Kerja

Anjar Sujatmiko    •    Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:25 WIB
Nasional
Ketua BEM IAIN SAS Bangka Belitung, Tabrozi.(kill)
Ketua BEM IAIN SAS Bangka Belitung, Tabrozi.(kill)

WOWPANGKALPINANG  -- Badan Eksekutif Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung mengajak seluruh stakeholder baik unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan tokoh masyarakat untuk menjaga stabilitas kamtibmas di provinsi kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi pesta demokrasi 2019.

"Perlu ada komitmen bersama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah, tokoh masyarakat,pemuda untuk menjaga stabilitas keamanan di provinsi kepulauan Bangka Belitung," ungkap Ketua BEM IAIN SAS Bangka Belitung, Tabrozi,  Kamis (18/10/2018).

Tabrozi menilai akhir-akhir ini akses informasi di era keterbukaan sangatlah cepat baik itu bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Tentunya ini sangatlah tidak baik jika terus dibiarkan, maka sangatlah penting peran dari aparat penegak hukum dalam menyelesaikan nya.

"Porli harus mampu menjelaskan kepada masyarakat tentang isu-isu yang tidak benar yang berkembang di tengah masyarakat, agar tidak terprovokasi dan salah dalam mengambil tindakan dan tidak saling fitnah," kata Tabrozi.

Selain itu juga, dirinya menyoroti tuduhan-tuduhan keberbagai pihak yang saling menjatuhkan, seperti adanya  isu pengerusakan barang bukti seperti yang dihembuskan oleh sejumlah pihak. Sehingga ini akan dapat berdampak pada hubungan sinergitas Polri dengan KPK.

Kemudian, isu yang memunculkan wacana agar Kapolri diganti, merupakan hal tendensius. Terlebih, isu itu muncul di tengah kinerja dan prestasi Polri yang apik. Yang telah mengungkap hoaks Ratna Sarumpaet, sehingga mampu membuat masyarakat kembali sadar dan tenang.

Pihaknya meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan jajarannya tetap fokus bekerja, melayani dan mengabdi untuk masyarakat, dan tidak terganggu isu tersebut.

"Ditengah kinerja yang bagus, mari dukung bersama-sama agar ke depan Polri semakin baik lagi. Dan Polri pun siap mengedukasi masyarakat untuk tidak langsung percaya terhadap informasi maupun kejadian yang datang serta kegiatan-kegiatan yang bersifat anarkis dan memecah belah bangsa," tukasnya.(kill)

Halaman