Ini Jawaban Aktivis Mahasiswa Soal Penolakan #2019GantiPresiden

Aktivis HMI Cabang Babel. (Ist)
Aktivis HMI Cabang Babel. (Ist)

WOWPANGKALPINANG - Munculnya pemberitaan di media cetak maupun media online tentang adanya sejumlah oknum mahasiswa dari organisasi Parindra, PMII, dan BEM IAIN SAS Babel menolak hastag “2019 Ganti Presiden” dengan mengatas namakan Mahasiswa Babel. Membuat aktivis Mahasiswa Bangka Belitung ricuh dan emosi akan tindakan tersebut.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung, turut menanggapi atas pemberitaan media massa tertanggal 4 agustus 2018 kemarin. 

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung, Suriadi menegaskan,"Tindakan ini bukan menyangkut keseluruhan Mahasiswa Bangka Belitung, akan tetapi tindakan ini dilakukan oleh sebagian oknum yang terdiri dari organisasi PARINDRA, PMII, dan BEM IAIN SAS BABEL".

Senada dengan Suriadi, Kader HMI juga turut menyampaikan tanggapan terkait berita yang sedang viral saat ini.

"Jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri, kalau masih melibatkan dan melindaskan banyak orang, tak sepatutnya seorang Mahasiswa berperilaku seperti ini," Ungkap Khoirus.

Adapun berita terkait penolakan tagar "2019 ganti presiden" yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut di atas terdengar sampai ke telinga alumni STAIN  yang sekarang berganti nama menjadi IAIN SAS Bangka Belitung dari luar daerah.

"Permasalahan ini dapat menimbulkan konflik berkesinambungan, karena diketahui bersama tagar 2019 ganti presiden itu adalah hak masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi-JK dan tidak menyalahi konstitusional," ujar Achmad Rozi.

"Diharapkan bagi para mahasiswa Bangka Belitung, untuk bijak dalam menanggapi permasalahan yang berkembang pada masyarakat, terlebih permasalahan politik praktis. Jangan sampai dapat memancing emosi para aktivis Mahasiswa Bangka Belitung, segeralah para oknum yang tidak bertanggung jawab mengklarifikasi akan hal tersebut," tutup Achmad Rozi. (kh)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE