ASN Pemprov Wajib Nonton IndoMXGP, TPP Dipotong untuk Beli Tiket

Anjar Sujatmiko    •    Senin, 25 Juni 2018 | 12:43 WIB
Sport
ilustrasi
ilustrasi

WOWSPORT - Perhelatan internasional Motor Xtreme Grandprix (MXGP) 2018 tinggal menghitung hari. Even kelas dunia ini tentunya akan menyita perhatian tidak hanya Indonesia saja, melainkan juga seantero dunia.

Hanya saja ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang dinilai berlebihan. Salahnya mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Babel untuk membeli tiket pertandingan MXGP.

Kebijakan tersebut mendapat kritik pedas dari Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto. Hal ini disampaikan Deddy setelah beberapa ASN mengadu ke gedung dewan.

Dirinya mempertanyakan kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Babel, untuk mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli tiket even MXGP tersebut.

Mirisnya lagi, uang yang dikeluarkan ASN tersebut berasal dari pemotongan gaji maupun TPP.

"Kita pertanyakan kebijakan yang dikeluarkan Pemprov, mirisnya pemprov melakukan pemotongan dari gaji maupun TPP ini sangat disayangkan jika ini bener-benar terjadi," ujar Deddy, 

Menurut Deddy, para PNS tidak terima atas kebijakan pemotongan dari gaji maupun dari TPP, karena tidak semua PNS suka dengan event MXGP.

"Bahkan mereka bilang lebih baik beli susu anak ketimbang nonton MXGP," ungkap Deddy.

Ia berharap Pemprov tidak memaksakan para PNS untuk membeli tiket MXGP, "Jangan samakan para pejabat pengguna anggaran dengan para PNS, pejabat TPP-nya besar," ujar PNS yang tidak mau disebutkan namanya.

"Pemprov sah-sah saja mau bikin event internasional tapi jangan sampai memberatkan masyarakat khususnya para PNS di lingkungan Pemprov, jangan ada paksaan untuk membeli tiket," harapnya.

Halaman