Didit : Rakyat Butuh Pemimpin yang Hadir Ditengah Mereka Saat Susah

Didit Srigusjaya, Ketua DPD PDI Perjuangan Babel memberikan orasi politik di Kampanye Akbar paslon Mulkan-Syahbudin di lapangan bola desa Zed, Mendobarat. (mmc)
Didit Srigusjaya, Ketua DPD PDI Perjuangan Babel memberikan orasi politik di Kampanye Akbar paslon Mulkan-Syahbudin di lapangan bola desa Zed, Mendobarat. (mmc)

WOWPILKADA - Ketua DPD PDI Perjuangan provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya mengajak puluhan ribu masyarakat desa Zed dan warga kabupaten Bangka yang menghadiri Kampanye Akbar untuk memilih pasangan Mulkan-Syahbudin (Mulya) tanggal 27 Juni 2018. 

Menurut Didit, saat ini masyarakat di Kabupaten Bangka dihadapi dengan masalah krusial ?yakni murahnya sejumlah harga komoditas seperti Karet, Sawit dan Sahang (Lada). 

"Mana janji pemimpin kemarin yang katanya hadir untuk rakyat. Buktinya sampai saat ini harga Sahang murah, Sawit murah dan Karet murah. Petani menjerit, pemimpinnya kemana," ujar Didit dalam orasi politiknya di lapangan bola desa Zed kecamatan Mendobarat, Jumat (22/6/2018).

Lanjut Didit, pasangan Mulya hadir di Pilkada Bangka hanya untuk rakyat demi melakukan perubahan terhadap daerah ini. Didit meminta masyarakat untuk tidak tertipu dengan janji politik.

"Untuk itu saudara-saudara, pasangan Mulya ini tidak akan berjanji tapi membuktikan kepada masyarakat," tandasnya.

Untuk menjawab keresahan para petani di kabupaten Bangka, kata Didit, pasangan Mulya akan bekerja keras mewujudkan pertanian tangguh dengan membuat komitmen dengan sejumlah investor.

"Mulya akan mendatangkan investor untuk merubah harga Karet petani, harga Lada petani dan harga Sawit petani," lanjutnya.

Menurut Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Babel itu, selama ini yang diinginkan masyarakat Bangka adalah seorang pemimpin yang hadir ditengah tengah masyarakat ketika masyarakatnya susah.

"Rakyat tidak butuh janji, yang dibutuhkan rakyat disaat rakyat susah, pemimpinnya hadir ditengah-tengah masyarakat, bukannya pergi ke Jakarta, bukan sembunyi," tukasnya.

Didit mengajak seluruh masyarakat pada tanggal 27 Juni nanti datang ke TPS untuk mencoblos pasangan nomor urut dua.

"Mantapkan hati, mantapkan jiwa tanpa harus melihat uang 100 ribu atau 200 ribu, tapi fokuskan hati dengan mencoblos nomor dua agar Bangka ini bisa berubah," harapnya.

''Jangan ragu ragu, ayo kita pilih Mulya untuk lima tahun kedepan demi kabupaten Bangka yang sejahtera,'' ajaknya.

Dikatakan Didit, banyak pemimpin sebelumnya menjanjikan segala sesuatu yang sepertinya yakin untuk direalisasikan. Akan tetapi untuk pasangan Mulya, dirinya berjanji selalu mengingatkan paslon tersebut apabila mereka nantinya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Bangka.

''Selama ini saya tahu semua masyarakat dari dulu memikirkan bagaimana nasib harga Lada dan Karet. Maka dari itu nantinya apabila terpilih, Mulya akan memperjuangkan hal tersebut, percayalah,'' ucapnya.

Didit diharapan massa juga berjanji akan terus mengawasi dan mengawal paslon Mulya apabila mereka terpilih nantinya, agar segala aspirasi masyarakat dapat selalu diperjuangkan.

"Bapak-bapak dan ibu-ibu tenang. Saya akan terus mengawasi keinginan bapak-bapak, ibu-ibu. Jika nantinya mereka lupa, akan saya ingatkan,'' tutupnya. (MMC)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL