Pemkab Beltim Surati Gubenur Minta Diskresi Daging Sapi

Jurnalis_Warga    •    Senin, 11 Juni 2018 | 13:06 WIB
Lokal
Bupati Beltim saat meberikan penjelasan kepada wartawan. (Foto: Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)
Bupati Beltim saat meberikan penjelasan kepada wartawan. (Foto: Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)

WOWMANGGAR - Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza berkirim surat kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman. Isinya, meminta agar Gubernur memberikan diskresi, atau pertimbangan keputusan terkait acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi segar dan beku di wilayah Kabupaten Beltim.

Hal itu dilakukan untuk mengatasi polemik mengenai penjualan daging beku yang dijual di atas HET dan juga lelang pasar murah bersubsidi yang gagal. Dikhawatirkan, jika sampai jelang Idul Fitri hanya mengandalkan persediaan yang ada, akan memicu kenaikan harga daging di masyarakat.

“Kita minta diskresi ke Gubernur. Ini adalah upaya terakhir yang kita lakukan untuk penyedian daging sapi, mengingat waktu yang sudah mendesak,” kata Bupati saat Dialog Audiensi dan Buka Puasa bersama dengan wartawan di restoran di bilangan Pantai Serdang, Manggar, Kamis (7/6/2018) malam lalu.

Balasan surat diharapkan akan diterima paling lambat Senin, (11/6/2018) hari ini. Isi surat balasan dari Gubernur akan menjadi dasar acuan bagi Pemkab Beltim untuk mengambil kebijakan terkait daging beku.

“Segeralah, mudah-mudahan dalam dua hari ini sudah keluar balasannya,” harap Yuslih.

Yuslih menekankan ia tak mau ada pihak di jajarannya yang akan jadi pesakitan gara-gara niat baiknya untuk membantu meringankan ekonomi masyarakat.     

”Saya sudah anggarkan hampir Rp2 milyar untuk pasar murah bersubsidi bagi masyarakat kurang mampu. Lewat BUMD juga sudah berupaya mendatangkan daging beku. Cuman kalau gara-gara ini ada yang jadi korban masuk kerangkeng, mendingan janganlah,” ujarnya.   

Diungkapkannya Ia sudah berupaya agar lelang jangan sampai gagal. Jauh-jauh hari, Yuslih sudah mewanti-wanti kepada panitia dan pejabat pengadaan untuk benar-benar menjalankan lelang proyek.

“Pantia sama pejabatnya saya panggil berulang-ulang, saya minta lakukan sesuai Perpres. KAK (Kerangka Acuan Kerja)-nya terlalu berat, harga penawaran juga terlalu rendah. Kita evaluasi, semua,” ungkap Yuslih. (Fauzi Akbar/ Diskominfo Beltim)



MEDSOS WOWBABEL