Tangkal Radikalisme, Begini Pesan Dosen STISIPOL P12

Dosen STITIPOL P12, Bambang Ari Satria. (ist)
Dosen STITIPOL P12, Bambang Ari Satria. (ist)

WOWPANGKALPINANG - Aliansi BEM Babel bekerja sama dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyelenggarakan kegiatan dialog publik untuk mencegah radikalisme. Kegiatan yang dibalut dalam Safari Ramadhan aliansi BEM Babel guna mencegah paham radikalisme dan intoleransi dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Puri 56, Rabu (30/5/2018) dengan menghadirkan narasumber dari beberapa akademisi dan Kemenag provinsi Babel. Pesertanya adalah perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Bangka Belitung.

Bambang Ari Satria, Dosen STISIPOL P12 yang hadir sebagai pemateri mengungkapkan, isu radikalisme terus menyeruak ke ruang publik dan tragedi Surabaya sebagai contoh terbarunya.

Belum lama ini, pemerintah melalui DPR RI baru saja memparipurnakan perubahan UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme. Ini merupakan langkah serius dan konkrit pemerintah untuk menanggulangi aksi teror terjadi di Indonesia.

Bambang mengungkapkan, dalam perspektif ilmu sosial, radikalisme erat kaitannya dengan sikap mendambakan perubahan terhadap status quo dengan jalan menghancurkan dan menggantinya dengan sesuatu yang baru dan berbeda.

"Ada beberapa kebijakan dan rencana strategis pemerintah untuk menanggulangi radikalisme, yaitu melalui pencegahan, perlindungan, deradikalisasi dan penindakan. Upaya pencegahan radikalisme paling nyata dengan cara mengamalkan Pancasila sebagaimana tertuang dalam 45 butir-butir Pancasila," ujar Bambang.

Selanjutnya, pembentukan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) yang baru – baru ini dilakukan melalui Perpres No 7 Tahun 2018 juga salah satu ikhtiar untuk pencegahan radikalisme.

Bagaimana menangkal isu radikalisme agar tidak disusup ke perguruan tinggi yang ada di Babel ? Bambang dalam materinya mengangkat topik “Isu Radikalisme, Perguruan Tinggi dan Harmoni Sosial’ memberi opsi agar memperkuat mata kuliah kewarganegaraan, proteksi melalui kode etik mahasiswa, pedoman organisasi mahasiswa dan perkuat wawasan kebangsaan bagi mahasiswa, tenaga pendidik, tenaga administrasi dan civitas kampus.

"Saat ini, belum ada temuan empiris terkait perguruan tinggi yang terpapar radikalisme di Bangka Belitung, mudah-mudahan tidak," sebutnya.

Perlu diketahui, toleransi dan keberagamaan di Babel panutan tercanggih dan menjadi percontohan serta persembahan dari Babel untuk Indonesia.

"Kecanggihan ini perlu dijaga, rawat dan pelihara dalam bingkai harmoni sosial," tutup Bambang. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL