Kasus Pjs Walikota, Ke Lubang Semut pun Kami Kejar

Abeng    •    Rabu, 30 Mei 2018 | 00:20 WIB
Viral
Salah satu paslon walikota yang mendadak viral dan manjadi buah bibir warga Pangkalpinang, karena hadir di acara Pemkot Pangkalpinang di halaman Ramayana. (ist)
Salah satu paslon walikota yang mendadak viral dan manjadi buah bibir warga Pangkalpinang, karena hadir di acara Pemkot Pangkalpinang di halaman Ramayana. (ist)

WOWPOLITIK - Tim Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan Bangka Belitung tidak main-main untuk mengusut dugaan ketidaknetralan Pjs Walikota Pangkalpinang Asyraf Suryadin pada Pemilihan Walikota/Wakil Wlaikota Pangkalpinang 2018.

Setelah melaporkan Asyraf ke Panitia  Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilihan Walikota Pangkalpinang 2018, tim hukum segera melayangkan laporan ke Kementrian Dalam Negeri dan Komite Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Saat inipun tim hukum yang dipimpin Iwan Prahara sedang mengkaji celah hukum yang bisa menyeret Asyraf ke ranah pidana.

Langkah hukum ditempuh tim advokasi PDI Perjuangan setelah mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi jika Asyraf sebagai Pjs Walikota Pangkalpinang sudah tidak bisa menjaga kenetralannya pada Pilkada Pangkalpinang 2018. Apalagi status Asyaraf sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Setelah melengkapi bukti-bukti serta menyampaikan nama saksi, hari ini (Selasa 29/5), kami resmi melaporkan Asyraf Suryadin ke Panwaslu dan Sentra Gakumdu Pilkada Pangkalpinang 2018,” kata Iwan Praha SH, Ketua Tim Hukum dan Advokasi DPD PDI Perjuangan Babel.

Dari bukti-bukti yang dikumpulkan oleh tim advokasi selama dua hari, menurut Iwan kuat indikasi ketidaknetralan Asyaraf dalam Pilkada Pangkalpinang 2018 baik sebagai Pjs Walikota Pangkalpinang maupun sebagai seorang ASN. Salah satu bukti yang dikumpulkan oleh tim a



1   2      3      4