Jelang Puasa, Harga Pangan di Babel Masih Stabil

Endi    •    Rabu, 09 Mei 2018 | 19:09 WIB
Ekonomi
Pembeli sedang memilih telor yang dijual di sekitar Pasa Pagi Pangkalpinang.(dag)
Pembeli sedang memilih telor yang dijual di sekitar Pasa Pagi Pangkalpinang.(dag)

WOWEKONOMI -- Menjelang puasa tahun ini, rata-rata harga bahan pangan di Bangka Belitung (Babel) cenderung masih stabil. Namun kondisi ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama, mengingat tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. 

Apalagi kenaikan harga yang sudah terjadi di daerah lain terutama Sumatera Selatan akan segera mempengaruhi harga di Babel.

Pantauan wowbabel.com, Rabu pagi (9/4/2018) di Pasar Pagi Pangkalpinang, kurang dari dua pekan menjelang Ramadhan, sejumlah komoditas pangan mulai dari telur ayam hingga daging sapi masih relatif cukup stabil. Bahkan beberapa komoditas seperti daging ayam dan bawang putih dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan harga.

Untuk telur ayam  yang dijual per butir sejak dua pekan terakhir  hanya mengalami kenaikan sebesar 100 rupiah menjadi Rp 1.500 per butir, dimana sebelumnya dijual pada kisaran Rp 1.400 per butir.

"Kalau telur ayam hanya naik 100 rupiah, bisanya Rp 1.400 sekrang Rp 1.500, naiknya sejak dua minggu lalu," kata Rosdiana, pedagang telur ayam di Pasar Pagi.

Harga daging ayam yang sempat melambung tinggi dalam beberapa hari terakhir, kini sudah mulai turun dari sebelumnya berkisar Rp 35.000 per kilogramnya, saat ini turun menjadi Rp 31.000 per kilogram.

"Sudah empat hari ini harganya turun," ujar Azizah pedangang daging ayam.

Sementara harga daging sapi segar, masih bertahan di harga normal yang berkisar Rp 115.000 perkilogram.

"Harga daging sapi masih standar sekitar Rp 115.000 perkilonya. Biasanya dekat-dekat puasa nanti harganya naik," ungkap, Sugiputra, pedagang daging sapi.

Lonjakan kenaikan harga komoditas pangan, diperkirakan tidak akan terhindarkan  mengingat Babel sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. 

Kenaikan harga juga akan terpengaruh oleh sentimen kenaikan komoditas yang sama di berbagai daerah lain ditanah air, kecuali ikan segar dimana Babel mampu memenuhi kebutuhan tanpa bergantung pada pasokan daerah lain.(dag)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL