Derita Tumor Tulang, Neysa Kerjakan Soal UN di Rumah

Endi    •    Kamis, 03 Mei 2018 | 13:11 WIB
Viral
Nesya Erwindi, siswi kelas 6 SDN 14 Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, mengerjakan soal UN di rumahnya lantaran penyakit Tumor Tulang yang dialaminya. (wowbabel)
Nesya Erwindi, siswi kelas 6 SDN 14 Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, mengerjakan soal UN di rumahnya lantaran penyakit Tumor Tulang yang dialaminya. (wowbabel)

WOWVIRAL - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat Sekolah Dasar (SD) digelar serentak di seluruh tanah air, mulai tanggal 3 hingga 6 Mei 2018.

Seperti biasanya, para siswa sejak pukul 08.00 wib mulai mengerjakan soal-soal ujian di ruang kelas pada masing-masing sekolah yang telah disiapkan untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) tersebut.

Namun lain halnya yang dilakukan Nesya Erwindi, siswi kelas enam di SD 14 Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung ini. Dirinya terpaksa menjalankan UN di rumahnya yang sederhana, di Kelurahan Pangkal Arang, Pangkalpinang, karena sedang sakit.

Ya, sejak September tahun lalu, sebuah penyakit horor yakni tumor tulang hinggap ditubuhnya dan nyaris membuatnya tak mampu berbuat banyak, lantaran akibat sakit itu, kedua kakinya tak bisa melangkah berjalan, sehingga mengerjakan soal-soal UN harus dilakukannya di rumah. 

Bahkan, akibat penyakit tersebut, bocah mungil ini hampir kehilangan kedua kaki. Beruntung berkat bantuan masyarakat, orang tua Neysa bisa membawanya berobat ke dokter.

"Sakitnya dari bulan sembilan tahun lalu, awalnya normal-normal saja, tiba-tiba saja bengkak (bagian kaki). Setelah diperiksa ternyata tumot tulang. Di sini tidak bisa ngobat, taunya di amputasi," ungkap orang tua Nesya, Neneng Nurlela, di kediamannya, Kamis (4/5/2018).

"Kalau diamputasi saya belum bisa menerima, terus ada saran dari teman lalu kita bawa ke Solo ikut kemotrapi tanpa di amputasi dan Alhamulillah berkat bantuan kita bisa berangkat kesana (Solo-red)," sambung Neneng.

Meskipun dalam kondisi lagi sakit, semangat belajar Nesya tidak pernah luntur, didampingi wali muridnya, ia mengerjakan soal demi soal ujian dengan baik, kendati sehari sebelum ujian dirinya sempat menjalani perawatan di ruang UGD Rumah Sakit, akibat pendarahan efek dari sakit yang mengerogoti tubuhnya.

"Kemarin tak tau kenapa dia (Nesya) pendarahan, kita bawa kerumah sakit dan dirawat di UGD. Karena dia harus istirahat total jadi harus mengikuti ujian di rumah," kata Nenang.

Menurut wali muridnya, Nesya adalah anak pintar yang kerap mengukir perstasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Selian itu, bocah mungil jago olahraga beladiri Taekwondo ini, juga selalu ikut berbagai kegiatan organisasi di sekolahnya. 

Tak cuma itu, anak pertama dari dua bersudara ini, juga dikenal sebagai anak yang periang dan mudah bergaul dengan siapa pun. Dia juga merupakan anak yang rajin membantu orang tuanya.

"Nesya ini kalau dikelasnya selalu mendapat ranking berada di tiga besar. Kami baru tahu dia mengalami kanker itu pas masuk pertengahan semester satu. Sempat terakhir dia ikut marching band perlombaan tingkat provinsi dan sempat ikut sampai ke GOR Sahabudin dan Alhamdulillah kita menjadi juara dan dia ada di situ," terang Dewi.

Sepulang dari kegiatan tersebut, menurut Dewi, anak didiknya itu mulai mengalami sakit dan sekolahnya terganggu.

"Kalau menurut dugaan orang tuanya kelelahan. Tapi waktu itu ketahuannya cuma demam biasa dan sering tidak masuk sekolah," jelasnya.

Kendati mengerjakan soal ujian di rumah, Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, tetap memantau proses ujian tersebut seperti bisanya. Pihak Pemkota juga berjanji akan memberikan bantuan kepada Nesya untuk menyembuhkan sakitnya.

"Saya akan segera memproses proposal yang diajukan ke Pemkot Pangkalpinang, paling lambat Senin ini saya minta proposal itu sudah masuk pada saya. Kita memang telah menyiapkan dana untuk hal seperti ini yang polanya menggunakan pola tidak terikat," jelas Pjs Walikota Pangkalpinang, Asyarf Suryadin, disela-sela kunjungannya di rumah orang tua siswa Nesya.

Semangat Nesya patut dicontoh anak lainnya, karena meskipun dalam kondisi pisik yang tak memungkinkan, dirinya tetap semangat mengikuti ujian nasional yang bisa dikatakan langkah awal untuk meraih cita-citanya dimasa mendatang.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE