PT TIMAH Pegang Peranan Penting bagi Ekonomi Babel

Anjar Sujatmiko    •    Senin, 30 April 2018 | 10:46 WIB
Ekonomi
Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih meninjau lokasi Reklamasi PT Timah di areal pasca tambang air Jangkang di Merawang Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Minggu, 29 April 2018. (foto: ist)
Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih meninjau lokasi Reklamasi PT Timah di areal pasca tambang air Jangkang di Merawang Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Minggu, 29 April 2018. (foto: ist)

WOWBISNIS - Sejak puluhan tahun silam, PT. Timah Tbk selaku perusahaan pengelola tambang timah di Provinsi Bangka Belitung memegang peranan yang sangat penting. PT. Timah juga sudah banyak memberikan sumbangsihnya kepada kehidupan masyarakat Bangka Belitung. Demikian dikatakan Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi saat Kunjungan Kerja Komisi VII di Provinsi Kepulauan Babel, Minggu (29/4/2018).

"Keberadaan PT. Timah ini mempunyai andil yang cukup besar terhadap kondisi perekonomian masyarakat di Provinsi Bangka Belitung," ucap Kurtubi saat pertemuan dengan Direksi PT. Timah, Direksi Pertamina, Direksi Migas Kementerian ESDM, BPH Migas, PLN dan Kementerian LHK di Pangkalpinang.

Selain itu, Kurtubi juga menyatakan, kalau Indonesia ingin menjadi negara yang maju, maka pemerintah harus mendorong investasi di sektor industrialisasi, baik yang berbasis pertanian, perikanan, peternakan, maupun pariwisata.

"Yang namanya industri atau pabrik itu membutuhkan pasokan listrik yang stabil, yakni mampu mengalirkan strum listrik selama 24 jam. Dan yang bisa menghasilkan aliran listrik yang stabil tersebut adalah PLTU Batubara, PLTA, dan PLTN," ujarnya.

Kurtubi menyampaikan, Komisi VII bersama pemerintah telah meratifikasi Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.

"Undang-Undang mewajibkan kita untuk memakai energi yang bersih, yakni energi yang emisi batubaranya rendah dan tidak merusak lingkungan," terang politisi Fraksi Partai



1   2