Ridwan Kamil Desain Masjid Polda Babel

Abeng    •    Selasa, 17 April 2018 | 11:33 WIB
Viral
Masjid Polda Babel karya Ridwan Kamil dan Reza A Nurtjahja. (twitter)
Masjid Polda Babel karya Ridwan Kamil dan Reza A Nurtjahja. (twitter)

WOWVIRAL - Walikota Bandung Ridwan Kamil (RK) ternyata menjadi desainer Masjid yang bakal dibangun Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Saat ini pengerjaan kontruksi bangunan masjid dalam proses. Desain masjid Polda Babel diketahui ketika RK memposting foto melalui akun twitternya @ridwankamil pada Senin 16 April 2018 pukul 20.04 WIB.

“Karya desain utk Masjid di Markas Polda Bangka Belitung, kontruksinya sedang finishing. Doakan lancar sampai hari peresmian,” kata RK dalan akun twitternya.

Lalu RK melanjutkan ,”Semoga para polisi dan keluarga kepolisian disana menjadi mantap spiritual lahir batin dalam pengabdiannya kepada negara dan masyarakat. Aamiin. Hatur Nuhun,” tulis RK.

Masjid tanpa Kubah rancangan Ridwan Kamil untuk Polda Babel. (Twitter)

Postingan desain masjid dapat respon dari netizen, pemilik akun @bayuprasetyo mengomentari “Keren kang! Postmodern architecture.”  

Lalu Muhammad R Hakim menambahkan komentarnya “Desainnya selalu unik dan keren. Kang Ridwan Kamil top.”

Ditambah lagi komentar pemilik akun @rizky-3008 mengatakan “terilham angklung.”

Sedangkan akun @harryunited mengomentarinya “Mirip kumpulan paralon nya kang tapi antik dan amazing kan,”

Dua foto desain Masjid Polda Babel tampak dari muka dan belakang berupa lekukan setengah lingkaran di sekeliling dinding mirip seperti angklung. Desain yang berbeda dengan masjid umummnya. Apalagi bagian atap tidak tampak kubah sebuah masjid.

Bersama arsitektur yang didirikannya, Urbane, Kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) sengaja mendesain masjid sebagai sebuah ruang yang suci dan sakral. Dalam mendesain masjid, menurut Emil, dibutuhkan kedalaman rasa. Kedalaman rasa itu tidak sekadar bergantung pada temuan panca indra, namun dilengkapi aspek kerohaniannya juga.

Semua prinsipal yang diterapkan Urbane, yakni nilai-nilai Islam, sehingga mendesain masjidpun dijadikan sebagai tanggung jawab moral, dan salah satu bentuk pengejawantahan diri dalam menjalankan keyakinan.

Salah satu partner Urbane, Reza A Nurtjahja mengaku, mayoritas desain masjid yang didesain Ridwan Kamil senantiasa memiliki kekhasan. Bisa jadi, desain masjid ala Ridwan Kamil jarang ditemukan di kebanyakan masjid.

Salah satu desain masjid Ridwan Kamil, yaitu tidak dilengkapi kubah. Konsep tanpa kubah yang diinisiasi Ridwan Kamil itu merujuk pada keterangan masjid yang dibangun zaman Rasulullah SAW. Bahkan, berdasarkan riwayat, bangunan Masjid Nabawi di Madinah menyatu dengan pasar dan tidak memiliki kubah.

Bangunan Ka'bah di Masjid Al Haram, Mekah, sebagai baitullah dan kiblat umat Islam di dunia berbentuk kotak sederhana.

‘’Kubah adalah bentuk teknik konstruksi bangunan yang sudah ada sejak zaman romawi, untuk menciptakan ruang bangunan yang cukup luas tanpa memerlukan tiang,’’ jelasnya.

Bentuk kubah selain dipakai sebagai konstruksi, juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akustik. Tujuannya, agar suara yang disampaikan imam dan khatib bisa terdengar nyaring, terutama di saat teknologi microphone dan pelantang belum ditemukan.

Ini seperti orang yang mengira bedug dan kentongan adalah kelengkapan wajib yang harus ada di setiap masjid, untuk menjadi penanda datangnya waktu shalat, meski sudah ada mik dan pelantang. Namun seiring waktu, orang sekarang sudah bisa menerima masjid tanpa dilengkapi Bedug.

Namun, kesederhanaan bentuk masjid yang didesain Ridwan Kamil atau Urbane tidak selalu harus mengikuti pakem berkubah atau tidak berkubah. ‘’Ada kalanya desain masjid Urbane berkubah dan beratap,’’ tuturnya lagi.

Ditegaskan Reza, sosok bangunan masjid harus lebih mementingkan rasa, menghadirkan ketenangan serta mampu membuat jamaah khusyuk dalam beribadah. Ketimbang memperbanyak simbol, yang boleh jadi tidak selaras dengan ajaran Islam, menurut Reza, lebih baik mengutamakan bangunan hijau dimana banyak masukan ventilasi dan cahaya alami di dalam masjid.

‘’Pada beberapa masjid yang didesain Kang Emil dan Urbane, cahaya leluasa menerobos masuk melalui berbagai desain pencahayaan yang membuat suasana masjid terang alami, tanpa perlu banyak lampu penerang di siang hari," jelasnya sebagaimana dikutip dari REPUBLIKA.CO. (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE