Polisi Masih Memburu Orang Tua Pembuang Bayi

Tim Wow    •    Senin, 16 April 2018 | 21:05 WIB
Lokal
Pengambilan sampel DNA bayi malang yang dibuang orang tuanya oleh Dokkes Polda Babel. (tribratanews)
Pengambilan sampel DNA bayi malang yang dibuang orang tuanya oleh Dokkes Polda Babel. (tribratanews)

WOWSUNGAILIAT - Kepolisian Resor Bangka dan Polsek Mendobarat terus melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan bayi di desa Kace Timur, Kecamatan Mendobarat belum lama ini. 

Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S. Sophian mengaku penyelidikan yang dilakukan belum membuahkan hasil.

"Terkait temuan bayi itu, belum ada titik terangnya," ujar Sopian, Senin (16/4/2018).

Kendati demikian, lanjut Kabag Ops, pihaknya terus berupaya mencari keberadaan orang tua yang telah tega membuang bayi tersebut.

Dikatakannya, Polres Bangka berkoordinasi dengan Polresta Pangkalpinang, mengingat lokasi penemuan bayi berbatasan dengan wilayah hukum Polresta Pangkalpinang.

"Kita juga berkoordinasi dengan Polresta Pangkal Pinang untuk mencari orang tua bayi tersebut," tandasnya.

Sebelumnya, bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bangka Belitung telah mengambil sampel DNA jenazah seorang bayi perempuan di RSUD Sungailiat Kab. Bangka, Sabtu (14/4/2018) kemarin.

Jenazah bayi tersebut ditemukan di jalan Rawa Indah Dusun IV RT 10 Desa Kace Timur Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Jumat (13/4/2018) oleh warga, lalu dilaporkan kepada Kepolisian setempat, dan oleh Pihak Polsek Mendo Barat, jenazahnya dibawa ke RSUD Sungailiat untuk divisum.

Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Personel Biddokkes Polda Babel dibawah pimpinan Kaur Doksik Penda Sri Desniawati, SKM mengambil sampel DNA Jenazah bayi tersebut.

"Sampel DNA yang diambil terdiri dari kuku, rambut, usapan (swab) mukosa mulut dan plasenta, lalu sampel akan dikirim ke Jakarta untuk diperiksa di Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Cipinang," ujar Kabid Dokkes Polda Babel AKBP drg.A. Fauzi MM, GDipForOdont dilansir tribratanewsbabel, Sabtu (14/4/2018).

Kabid Dokkes juga mengatakan, pengambilan sampel DNA ini dilakukan sebagai bagian dari kerja Scientific Criminal Investigation (SCI) Biddokkes Polda Babel untuk membantu penyidik dalam mengungkap kasus penelantaran/pembuangan bayi dengan cara mengungkap profile DNA korban bayi tersebut.

"Nantinya akan dicocokkan dengan orang-orang yang diduga sebagai orang tuanya," ujar Kabid dokkes.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL