Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Jurnalis_Warga    •    Senin, 02 April 2018 | 16:53 WIB
Opini
Yersita.
Yersita.

pelanggaran Pemilu. Pelanggaran Pemilu juga kadang dibiarkan begitu saja, dikarenakan rakyat takut akan adanya ancaman, sehingga banyak rakyat yang menggunakan media sosial untuk melapor.

Padahal Bawaslu memiliki aturan tersendiri dalam membuat laporan pelanggaran yang diatur UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 454 point 4, laporan pelanggaran Pemilu disampaikan secara tertulis dan paling sedikit memuat nama, alamat pelapor, pihak terlapor, waktu, tempat kejadian perkara dan uraian kejadian. Di point 6, laporan pelanggaran Pemilu paling lama 7 hari sejak diketahui terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu.

Untuk mengoptimalkan peran rakyat dalam pengawasan Pemilu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan Bawaslu sebagai Badan Pengawas Pemilu, antara lain yang pertama, terus meningkatkan sosialisasi tentang kepemiluan. Yang kedua, membentuk “Sahabat Bawaslu” dan komunitas diskusi Pemilu seperti yang sudah dibentuk di Bawaslu pusat, harapannya setiap provinsi memiliki “Sahabat Bawaslu” dan ada komunitas diskusi Pemilu. Perlu juga menjalin kerjasama dengan pramuka secara khusus untuk mengalang dukungan partisipasi masyarakat.

Yang ketiga, bentuk pojok pengawasan sampai pada tingkat Panwaslu kecamatan. Pojok pengawasan ini mempermudah rakyat ikut terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu. Wadah interaksi antara masyarakat pemilih dengan Bawaslu. Harapannya dari kehadiran pojok pengawasan ini pengetahuan masyarakat mengenai demokrasi, Pemilu dan pengawasan Pemilu dapat menin



   1      2   3   4