Durian Ketapik, Si Mungil yang Bikin WOW

Endi    •    Senin, 05 Maret 2018 | 16:34 WIB
Travel
Durian Ketapik.
Durian Ketapik.

WOWTRAVEL - Banyak terdapat jenis dan ragam ukuran buah durian di Bangka Belitung (Babel) dengan rasa yang berbeda-beda pula. 

Durian Cumasi misalnya, memiliki buah berukuran sedang, ketebalan isi serta rasanya yang super legit, menjadi buah durian kualitas terbaik yang di miliki Provinsi berjuluk Negeri Serumpun Sebalai ini. Namanya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat luas, harganya pun cukup fastastis dari Rp300.000 sampai Rp500.000.

Namun tak kalah fantastisnya dengan durian yang satu ini, yaitu durian Ketapik. Diberi nama duren Ketapik, karena ukurannya yang kecil dan mungil, seukuran buah ketapik, bahkan berukuran hanya segenggam tangan orang dewasa.

Namanya memang terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, soal kualitas isinya, duren ini tak kalah tebal dan gelit dengan durian cumasi. 

Jika di dalam satu buah durian cumasi, penikmat durian bisa mendapati lima atau bahkan lebih isi duriannya, pada durian Ketapik penikmat buah dengan aroma khas ini hanya mendapatkan satu biji isi saja dan paling banyak pun hanya tiga biji.

Sementara harganya pun cukup bikin kernyit jidat yakni sekitar Rp35 perbutirnya. Sebuah harga yang cukup fantastis bagi durian sekecil itu. Namun di jamin harga yang di tebus sesuai dengan sensasi yang akan dirasakan. 

Ya, durian mungil ini kini tengah menjadi primadona bagi masyarakat di Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.

Topa salah satu warga Desa Air Mesu, yang memiliki kebun durian jenis Ketapik ini, sengaja mempromosikan durian berisi kuning ini pada Festival Kontes Durian Lokal Air Mesu, Sabtu (3/3/2018) lalu.

Ia mengatakan durian ketapik ini asli dari Bangka ini, bentuknya beragam biasa bulat, lonjong, ada juga seperti bentuk mangga.

"Meski ukurannya kecil mungil, satu baris durian hanya memiliki satu buah rasanya manis legit, warna daging kuning dan tebal, bijinya relatif kecil," ujarnya.

Dia menjelaskan durian jenis satu ini sengaja di pajang di stand acara, supaya masyarakat mengetahuinya dan tertarik melihat serta mencobanya langsung. 

Melalui ajang festival kontes durian lokal asli khas Bangka Belitung, pria 54 tahun ini berharap bisa mengangkat durian lokal Air Mesu ke kancah lebih tinggi lagi khususnya nasional. Sehingga durian lokal bisa bersanding dengan durian-durian yang sudah punya nama atau bersertifikat. 

"Kita harus yakin dan optimis, raja buah satu ini bisa unggul enggak hanya di lokal. Ke depannya dengan kerja keras, kerja bersama-sama, dan doa kita buat unggul durian lokal asli khas Bangka Belitung di tingkat nasional," tukasnya.

Halaman