Empat Hari Menghilang, Juhardi Diduga Diterkam Buaya

Endi    •    Senin, 05 Februari 2018 | 14:59 WIB
Lokal
Warga yang sedang mencari keberadaan Juhardi.(ist)
Warga yang sedang mencari keberadaan Juhardi.(ist)

WOWSIMPANGPESAK -- Juhardi, nelayan asal Desa Batu Air, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, dilaporkan hilang, lantaran diduga diserang buaya di muara Sungai Sembulu sejak Kamis (2/2/2018) lalu.

Warga bersama instansi terkait, hingga kini masih berupaya melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang aliran sungai menggunakan perahu maupun berjalan kaki di sepanjang tepian sungai.

Kepala BPBD Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi yang memimpin operasi pencarian ini mengungkapkan, kondisi lokasi membuat proses pencarian korban cukup sulit dan di huni banyak hewan buas seperti buaya.

"Kondisi lokasi hilangnya korban yang berada di kawasan berbahaya, karena banyak dihuni binatang buas terutama buaya muara," kata Fahrozi, di lokasi pencarian.

"Upaya pencarian mengalami kendala apalagi sebagian besar perahu yang digunakan memiliki kapasitas terlalu kecil, sehingga dapat membahayakan keselamatan warga maupun petugas yang terlibat dalam operasi pencarian ini," ujarnya.

Lantaran kapasitas perahu yang di gunakan terlalu kecil, proses pencarian hanya dilakukan di siang hari.

"Proses pencarian hanya kita lakukan sampai jam lima sore, kalau malam hari kita tidak melakukan pencarian, karena keadaan sarana perahu hanya di bawah dua ton, kalau di atas lima ton mungkin bisa kita lakukan pencarian di malam hari," jelasnya.

Sementara itu, menurut warga, disamping miliki ukuran yang cukup besar, keganasan buaya muara di kawasan ini cukup mengerikan, bahkan sudah sering menyerang warga.

"Hampir setiap tahun ada yang diterkam buaya, sudah ada enam orang yang hilang di terkam buaya di sungai ini," kata Sahanudin, warga setempat.

Ia mengatakan, buaya muara yang terkenal ganas itu, berdiameter sekitar tujuh meter.

"Dari enam orang yang di terkam buaya di sini, cuma satu jasad yang ditemukan utuh yang lainnya tinggal paha dan bagian tubuh lainnya," ungkapnya.

Rencana operasi pencarian ini akan terus dilakukan oleh warga hingga didapat kepastian tentang nasib Jauhari. Namun pihak BPBD sendiri secara resmi hanya dapat menurunkan tim pencari selama tujuh hari sesuai standart operasional SAR.(dag)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE