Fenomena Langka Super Blue Blood Moon, BMKG MInta Waspadai 'Rob'

Muri_Setiawan    •    Selasa, 30 Januari 2018 | 11:58 WIB
Viral
Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, memberikan pernyataan kepada pers di kantor BMKG Pusat, Jakarta, Senin (29/1/2018) kemarin. (dok/BMKG)
Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, memberikan pernyataan kepada pers di kantor BMKG Pusat, Jakarta, Senin (29/1/2018) kemarin. (dok/BMKG)

WOWVIRAL - Super Blue Blood Moon atau Supermoon yang bertepatan dengan Gerhana Bulan Total, Rabu (31/1/2018) besok, menjadi peristiwa langka yang dinantikan semua orang.

Supermoon sendiri yaitu posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Kejadian Gerhana Bulan Total dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena ini merupakan fenomena langka karena akan terulang lebih dari 100 tahun untuk di Amerika, sementara wilayah Indonesia 36 tahun (30-31 Desember 1982) sehingga masyarakat diharapkan melihat atau mengamati fenomena ini dan bukan dijadikan sesuatu yang menakutkan.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai terjadinya pasang maksimum hingga mencapai 1,5 meter dan surut minimum mencapai -100-110 cm saat peristiwa Supermoon berlangsung.

“Meskipun fenomena ini merupakan fenomena langka, namun masyarakat harap mewaspadai tinggi pasang maksimum hingga mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari,” kata Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, di kantor BMKG Pusat, Jakarta, Senin (29/1/2018) kemarin, dilansir BMKG.

Fenomena Super Blue Blood Moon atau Supermoon ini pun, menurut Kepala BMKG, juga dapat mengakibatkan surut minimum mencapai -100-110 cm yang terjadi pada 30 Januari-1 Februari 2018 di Pesisir: Sumatra Utara, Sumatra Barat, Selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan



1   2      3